Monthly Archives: Juni 2008

Ngaca di Bandung

Berperjalanan ke Bandung dengan keluarga tante jadi pilihan gw weekend kemaren. Ardi, sepude'ardi nyetirpu gw berkeras ingin menambah jam terbang menyetir mobilnya dalam perjalanan ini. Meskipun  diiringi komentar-komentar  khawatir macem “Konsentrasi dek.. nyetir itu harus konsentrasi”, “Udah kamu gak usah ngurusin radionya, fokus aja ke depan”, “Apa mau kamu nyalip tiba-tiba dari kiri gitu?? Kasian mobil belakang kan kaget” hampir sepanjang perjalanan dari mama-papanya. And he made it. Dia yang menyetir dari pom bensin di sala satu rest area (entah yang di kilometer berapa gw gak apal, tapi dari arah jakarta masi sebelum pabrik YKK ituh) sampai keluar tol Pasteur Bandung. Papanya langsung mengambil alih kemudi ketika melihat macetnya Bandung yang seperti mo bersaing ama Jakarta.

tandas Berangkat tanpa sarapan membuat sesampai Bandung, kami langsung mencari tempat makan. Rumah Makan Manjabal 2 di Jl. Djunjunan menjadi pilihan. Dan waktu makan yang di-jamak ta’khir itu menjadi formula resep ampuh untuk makan dengan lahap. Tak perlu waktu lama untuk menghabiskan berbagai menu yang tersaji di meja. Tandas!!

Salah satu tujuan para Jakartans berkunjung ke Bandung pada akhir pekan tentu saja adalah bertiga di kacauntuk wisata belanja. Tapi rupanya ada hal menarik lain yang gw, Ifada dan Ardi (dua bersaudara sepupu gw) temukan selagi menyusuri berbagai toko di jalan Dago yaitu kaca yang menyenangkan!! Kaca di salah satu toko yang berada di lantai dua Kartika Sari itu punya efek pantulan yang merampingkan tanpa kita harus diet atopun olahraga. Jadi pengen ngaca terus. Jadi pengen foto-foto mumpung postur terlihat lebih langsing huhahahaha….

Iklan

Let’s Get Carried Away

Image hosted by Webshots.comWell, akhirnya gw nonton juga. My most anticipated movie of this year: Sex And The City.
Gw emang penggemar serial tv HBO yang satu ini. Sekedar nonton lewat dvd, tapi gw khatam dari season satu sampe season enam. Terlarut dalam alur, dan tergelitik oleh isu yang diangkat dalam setiap episode-nya. Makanya gw nunggu banget ketika kabar berhembus serial ini akan diangkat ke layar lebar. Pengen tau gimana kelanjutan cerita Carrie-Mr. Big, perjalanan kehidupan keempat perempuan keren beda karakter ituh, dan tentunya apa yang akan mereka kenakan.

Biasanya si, gw cenderung memilih nonton film pada jam-jam “aman”, yaitu setelah gw pulang dari kantor dan sebelum mata gw menuntut untuk diistirahatkan) Sekitar pemutaran jam enam-tujuhan malem gitu lah. Makanya tiket pertunjukan jam segitu juga yang gw kejar kemaren. Tapi rupanya di Senayan City, uda abis. Plaza Senayan apalagi, kan biasanya lebi rame dari Senci. Bertaxi lah gw dan temen-temen ke EX. Abis pula yang jam segitu. Nyebrang ke Blitz Grand Indonesia adanya yang jam setengah sembilan. Mo balik juga nanggung, mo diundur besok kok uda keburu penasaran. Dengan resiko pulang agak malam akhirnya diambil juga itu tiket.

Dan bener-bener gak rugi!! They’re really amazing!! Baru kali ini gw dibuat terharu oleh kostum dalam film. Saking indahnya. Bener-bener pemandangan bagus. Lebih dari ketika nonton Devil Wears Prada. Itu baru soal fashion. Belum lagi “pemandangan indah” laen yang disajikan. Bener-bener memanjakan perempuan banget meski tentunya sudah banyak dicincang oleh gunting sensor. Siyal!!. Serunya..selaen tertawa bareng (seperti yang jamak terjadi pada adegan-adegan lucu) di studio itu para penonton yang sekitar 80% perempuan seperti kompak ber-wow-wah-hmm bersama pada adegan-adegan “menarik” hehehe…

Buat para perempuan, tonton aja deh. Para cowo yang pengen tau dunia perempuan juga dipersilakan. Soal ceritanya, gw tentu gak pengen ngasi spoiller di sini. Akan lebi seru kalo kalian tonton sendiri 😉

Ever thine, ever mine, ever ours… 🙂


Awas Saltum dan Jalan-jalan Hepi Bide Jakarta

Akhirnya Jakarta lagi setelah tiga hari terbakar di bawah terik matahari kota Jambi. Satu hal yang gw pelajari: Sebelum berangkat keluar kota dalam rangka pekerjaan, pastikan dulu jenis tugas seperti apa yang akan dihadapi sebelum packing untuk berangkat. me on field crop copy
Ya..mungkin kesalahan gw sendiri, hanya berbekalkan ilmu “biasanya”. Tugas-tugas luar kota gw sebelumnya adalah penyelenggaraan atopun keikutsertaan dalam acara yang biasanya dilaksanakan indoor, adem dalam ruangan ber-ac, dan memerlukan ja-im alias behave. Tapi tugas yang gw dapet kemaren di Jambi bener-bener berbeda. Jadilah gw SALah kosTUM dan sepatu flat gw harus terseok-seok di antara tanah yang digemburkan paksa oleh mesin-mesin besar ituh. Untung gw gak jadi bawa blazer. Fiuuuuuuuuhhhh……..

DSCI1155Tapi semua letih terbayar ketika sesampai di Jakarta, gw mengikuti acara Jakarta Heritage Trail yang diselenggarakan Komunitas Historia dalam rangka hari jadi kota Jakarta ke-481 kemaren. Dengan Asep Kambali sebagai guide bagi lebih dari seratus orang yang turut dalam rombongan, kami menyusuri berbagai museum dan bangunan tua di daerah Kota di antaranya Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia, di akhiri dengan pemutaran film disertai penjelasannya di kantor Unit Pelaksana Teknis DSCI1148Kota Tua Jakarta. And it was really amazing. It got me thinking that history could be fun. Andai saja cara mengajar yang digunakan guru sejarah gw dulu lebih menyenangkan, tentu gw gak akan segitu sulitnya mencocokkan nama, tahun dan peristiwa-peristiwa hebat yang pernah terjadi. Dan gw jadi pengen belajar lagi tentang sejarah bangsa ini, sebagai bagian dari proses pengenalan jati diri. I’m a part of this country, and this country is a part of me.


Malu Nih Ye….

Minggu siang, ketika gw ber-Metromini ria dalam perjalanan menuju acara kopdar Monas, seorang bapak-bapak bertopi, memakai t-shirt merah dan berusia sekitar lima puluhan memasuki bis. Berdiri begitu saja tepat di dekat pintu, meskipun masih ada beberapa tempat duduk yang kosong. Kenapa nggak duduk aja, pikir gw.
Pandangan gw kembali pada Laskar Pelangi di tangan.

“Assalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh”
Ooh.. minta sumbangan… (jelek banget ya pikiran gw, abisnya masak ada orang salam di angkutan umum pikiran gw langsung menyimpulkan kalo dia minta sumbangan)

“Wal ‘ashri innal insaana lafii khusrin illa….”
Hmmm.. tumben ada yang orang minta sumbangan pake surat Al-‘Ashr.

“…Bapak-bapak, ibu-ibu penumpang yang berbahagia…”
Yahh.. pidato deh..

“..kelebihan rizki, salurkanlah kepada fakir miskin….”
Tuh kan, minta sumbangan..

“Wassalaamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.”

Dan bapak itupun berkeliling menyodorkan topinya kepada seluruh penumpang bis. Waktu itu bis sedang berhenti di sebuah perempatan berlampu merah.

Dua ratus meter dari perempatan tersebut, bis berhenti lagi. Mengangkut penumpang sekaligus menurunkan mereka yang telah sampai perhentiannya. Kemudian terdengar,

“Assalaamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh”
Lagi, batin gw, mata gw masih terpaku pada petualangan Ikal dan teman-teman Laskar Pelanginya.

“Wal ‘ashri innal insaana lafii khusrin illa….”
Seperti pernah denger. Mungkin copy paste juga berlaku dalam dunia jalanan. Bisa jadi mereka punya milis yang membahas tentang metode terbaru cara mengemis yang efektif ato sejenisnya. Karena penasaran, gw pun mengangkat kepala.

Bapak yang sama berdiri di dekat pintu. Kemudian seperti menyadari sesuatu, pidato itupun terhenti dan bapak itu berlalu pergi.

Hehehehe…. makanya pak, diinget-inget dong mana bis yang uda dimintain, mana yang belum.

PS:
Kalo ada yang mo tau laporan laen yang lebih rinci tentang kopdarnya tengok aja di sini:
Mbusiness art with Zamrio Teguh
Tragedi Monas 2 : akkbb !
Minggu yang Melelahkan
Monas di Minggu 15 Juni 2008
Kopdar Monasssss
Kopdar itu “Aneh”


Pagi Panik

Pagi gw dikagetkan dengan sebuah sms pendek:

Ak kcelakaan ca
Sender:
Q****
+628133425****
Sent:
06:53:17
13-06-2008

Ya Allah!! Salah satu sahabat kesayangan gw!! “Ca” adalah panggilan khususnya buat gw. Kecelakaan?? Gw pun bales sms:

Hah, kenapa?Dmn?Gmn kjadiannya?Kondisimu gmn?
Recipient:
Q****
+628133425****
Sent:
06:54:08
13-06-2008

Tentu saja gw sangat khawatir. Tanpa menunggu dia membalas sms, gw langsung telfon, dan suaranya masi belum jelas. Backsoundnya keramaian, seperti masih di TKP dan dia bilang masih belum sadar sepenuhnya. Masih shock.

Well.. Ok, biar dia menenangkan diri dulu. Nanti gw telfon lagi ketika dia uda bisa untuk menceritakan apa yang terjadi.
I really do hope u’re ok, pal. Setidaknya kamu masi bisa sms, berarti kondisinya tidak terlalu buruk.
Yang gw heran, kok ya first thing to do-nya dalam kondisi kayak gitu itu sms ya??


Facts About Me

Bukannya narsis, cuma ketularan Sam yang suka menuliskan fakta-fakta tentang apapun, termasuk dirinya. So here’s my list:

  1. Gw gak suka tahu. Doyan. Tapi gak suka.
  2. Gw gak suka kucing, anjing, monyet, ayam, ataupun binatang peliharaan laennya.
  3. Gw suka kopi, tapi bukan perokok. Abisnya banyak yang bilang kalo keduanya itu berpasangan. Gapapa dong kalo gw cuma pilih salah satu.
  4. Gw gak bermasalah dengan nonton bioskop sendirian. Asal gw pengen nonton dan ada duitnya, ya gw berangkat. Ada temennya seneng, gak ada ya gw tetep berangkat. Hal yang sama berlaku pada acara jalan-jalan.
  5. Buat gw keluarga adalah prioritas utama. Hal terpenting dalam hidup gw.

Kalo kamu??


Ways to Live Forever: Penyederhanaan Kematian

Kemarin sore, buku bersampul warna soft ini menarik perhatian gw. Membaca tulisan di sampul belakang bukunya, ditunjang fakta bahwa dalam beberapa hari ini gw mendapatkan sejumlah berita duka secara beruntun (salah satunya nenek gw sendiri, may she rest in peace), keingintahuan gw pun muncul.

way to lives foreverBuku ini merupakan buku harian Sam, pada minggu-minggu terakhir kehidupannya. Sam adalah seorang anak pengidap leukemia yang telah menjalani dua kali kemoterapi. Dia sangat menyukai fakta-fakta tentang apa saja, mulai dirinya sendiri, keluarganya, hingga balon udara. Dalam buku ini juga Sam mengutarakan hal-hal yang ingin dilakukannya, serta pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab tentang kematian.

Ditulis dengan apik oleh Sally Nichols dari sudut pandang seorang bocah laki-laki, Ways to Live Forever mengeksplorasi berbagai kemungkinan mengenai kematian dengan begitu lugu, khas pola pikir anak-anak. Di satu sisi membuat kita tersenyum simpul, di sisi lain terasa perih dan miris, karena menyadarkan bahwa cepat atau lambat, kematian akan menyambut kita dalam peluknya. Tinggal bagaimana kita mengisi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya. Agar kelak ketika dia datang, tak akan ada penyesalan. Baik bagi kita, maupun mereka yang kita tinggalkan.

 

*Doa terhatur bagi Mbah putri, Om Kholid, dan Ibunda-nya Mustadir. Semoga Allah memberikan tempat yang terindah di sisiNya.