Monthly Archives: Maret 2014

Tentang Iklan Nyebelin Yang Mengganggu Kenikmatan Saya Menonton Bioskop

Baru saja saya akhirnya sempat buat nonton Dallas Buyers Club di Plaza Senayan XXI. Film bagus yang memang layak dua pemerannya, Matthew McConaughey dan Jared Leto, untuk memenangkan penghargaan Academy Awards. Tapi ada satu hal yang mengganggu kenyamanan saya menonton.

Sebelum film diputar, seperti biasa ada trailer film-film yang akan segera masuk bioskop. Tak jarang juga ada iklan yang ditayangkan. Seringkali iklan event-event terkait perfilman, pendidikan, atau properti. Namun tadi, terdapat dua iklan salah satu bakal calon presiden yang sumpah malesin banget dan membuat saya berencana untuk tidak nonton bioskop dulu hingga berakhir pemilu.

Saya nonton bioskop itu di antaranya untuk melarikan diri dari dunia nyata, dan memasuki dunia yang diciptakan oleh para creator film. Karenanya saya benci sekali gangguan sekecil apapun ketika saya sedang nonton bioskop. Apapun. Ada cahaya gadget menyala aja pengen saya timpuk pake sepatu, apalagi yang sampe nerima telfon ngobrol di tengah pertunjukan. Eh lha kok malah disodori iklan kampanye bakal calon presiden yang kalo nongol di tv saja saya langsung ganti channel. Buat apa saya bayar tiket bioskop mahal-mahal kalo malah dijejali hal yang biasa saya hindari? Mending juga nonton donlotan, ga pake bayar.


Pictures of Time

Siang itu bersama seorang sahabat, saya melihat kembali foto-foto lama. Melihat metamorfosa dari waktu ke waktu, dia bertanya “Tahun berapa ini? Kok sepertinya beda banget. Apa yang terjadi antara waktu itu dan sekarang?”.

Saya tercenung. Memang tampak kontras antara perempuan yang tertangkap dalam gambar-gambar itu, dan yang sedang duduk menyesap kopi hitam di sampingnya. Banyak hal terjadi di antara masa-masa itu yang menempa.

Jadi apa saja?

Mungkin seperti kata Summer dalam (500) Days of Summer..

“..what always happens. Life.”