Monthly Archives: Juni 2009

Rrrriiiiiiiiiiinngg…!!

Hey… Thanx for calling.
Actually I’m kinda lost..
I don’t know where am i about right now..
So if you figure it out, would you mind telling me?
Just leave a message after the beep.
Thank you…

*beep*


Nasi Combi

Lapar di pagi atau siang hari?? Jika anda sedang berkelana di daerah Kebayoran Baru, bolehlah dicoba mampir ke jalan Raden Patah. Beragam penjual makanan berjajar di sana. Mulai Bakso, Sate Padang, Dim Sum, Rujak, dan masih banyak lagi. Namun bila sedang ingin makan berat, maka Nasi Combi bisa menjadi pilihan.

DSC01368

Nasi Combi?? Ya.. tepatnya nasi yang dijual dalam sebuah mobil vw combi berwarna putih yang biasa nangkring di pinggir jalan antara Universitas Al-Azhar Indonesia dan Kantor Departemen PU.

Hidangan yang disajikan selayaknya warung nasi lainnya. Dengan berbagai lauk-pauk mulai tempe-tahu bacem, ayam, ikan panggang, udang, cumi, sayur, urap, nasi bakar, dan masih banyak lagi. Di sana anda bisa memilih sesuka hati, dengan harga yang terjangkau. Favorit saya, yang sudah dihafal oleh si mbak penjualnya adalah terong, dengan krecek dan telur goreng. Hanya delapan ribu rupiah. Soal minum, sudah disediakan air putih gratis.

DSC01366

Masalah rasa, sama sekali tidak mengecewakan. Mungkin itu juga mengapa tempat makan yang dikelola seorang pria paruh baya yang biasa disebut “pakdhe” ini bisa bertahan hingga lima belas tahun lamanya, dengan pelanggan kebanyakan berasal dari lingkungan sekolah, universitas dan kantor-kantor yang ada di sekitar.

Enak, murah, kenyang…


Diproteksi: The Sign

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Buruk Muka Cermin Dibelah

pritamulyasari

Saya sungguh tak terbayang istilah apa lagi yang tepat untuk menggambarkan situasi ini. Prita Mulyasari, seorang ibu dari dua anak terpaksa harus ditahan karena curhat atas buruknya pelayanan RS.Omni Tangerang. Salah diagnosa yang mengakibatkan salah penanganan membuat sakit yang diderita ibu Prita bukannya membaik melainkan semakin parah. Setelah komplain kepada pihak rumah sakit tidak ditanggapi dengan baik, ibu Prita-pun menulis surat berbagi pengalaman ke sebuah milis.

Tak disangka tindakannya ini berbuntut panjang. RS.Omni Tangerang menuntutnya secara perdata dengan dalih pencemaran nama baik. Tidak berhenti sampai di situ, saat ini, beliau sedang dalam tahanan kejaksaan menanti sidang pidana karena dituntut dengan UU ITE.

Wew… Apa yang sedang terjadi di negeri ini?? Seingat saya, hak-hak konsumen dijamin dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen deh.. tapi kok jadinya malah ruwet kayak begini?? Akankah kita tinggal diam begitu saja?? Tentu tidak!!

Mengikuti jejak ndorokakung, simbok venus, dilla, mba memeth, tikabanget, dan masih banyak teman-teman lain yang bergabung dalam cause “Dukungan bagi ibu Prita Mulyasari, penulis surat keluhan melalui internet yang dipenjara” mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu menyuarakan:

  1. Cabut segala ketentuan hukum pidana tentang pencemaran nama baik karena sering disalahgunakan untuk membungkam hak kemerdekaan mengeluarkan pendapat
  2. Keluhan/curhat ibu Prita Mulyasari thd RS Omni tidak bisa dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) UU ITE
  3. Keluhan/curhat Ibu Prita Mulyasari dijamin oleh UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
  4. RS Omni hendaknya memberikan HAK JAWAB, bukan melakukan tuntutan perdata dan pidana atas keluhan/curhat yg dimuat di suara pembaca dan di milis2

Hang on, bu Prita… We’re here for you…

*hugs*