Monthly Archives: Juli 2008

Perkenalkan…

Beberapa minggu terakhir ini alhamdulillah gw berkesempatan banyak bepergian. Hampir setiap minggu adaaaaa aja acaranya. Baik itu dalam rangka kerjaan maupun acara pribadi. Mulai dari Jambi, Bandung, Bali, Jogja, Magelang, Semarang, pulang ke rumah.. Senang sudah pasti, capek juga tentu, nyatanya sampe sempet jadi flu, tapi cerita yang mengiringi setiap perjalanan itulah yang menjadi pengalaman tersendiri.

Berperjalanan memang selalu menyenangkan. Mengunjungi tempat-tempat baru, bertemu dengan teman-teman lama dan berkenalan dengan orang-orang baru, dan semua itu terlalu sayang untuk lewat terlupa begitu saja. Makanya ditulis. Sayangnya, kalo pas lagi mobile gitu agak repot juga kalo mau posting ke blog ini. Karena fasilitas “blog this” yang disediakan hape yang gw pake hanya tersedia ke Blogger, makanya gw bikin blog lagi di Blogspot. Masi berantakan dan seadanya (makasyi banget kalo ada yang mo bantuin nata, harap maklum, gw gaptek). Silakan ditengok-tengok ya..

Iklan

Tentang Superboy dan Superman

logo copy

Percakapan via sms dengan sala satu sahabat gw tadi malam, ketika tengah menonton Smallville.

Gw: Ngapain Dean Cain nongol di Smallville?
Dod: Numpang lewat daripada nda ada kerjaan
Gw: Ta kira ada kaitannya dengan Clark dari masa depan. Coz for me, he’s Superman.
Dod: Aku mulai bertanya2 Clark ni niat ga seh jadi Superman? Uda tua loh ni ga berubah2 juga.
Gw: Lah yo mosok jadi Superboy mulu. Apa perlu ikutan acara Be A Man dulu, biar dia bisa jadi Superman?

Jadi ceritanya di episode yang gw tonton tadi malem di Trans7, Dean Cain berperan jadi Dr. Knox, sala satu villain gituh. Mengingat pada serial Lois and Clark: The New Adventures of Superman (1993) yang dulu perna tayang Dean Cain berperan sebagai Clark Kent sang Superman, makanya gw sempet bingung melihatnya nongol di Smallville. Rupanya penampakannya di situ sama sekali gak ada kaitannya dengan “masa lalu”nya sebagai Superman.

Tapi emang jadi pertanyaan, kapan sih Superboy berubah jadi Superman?? Apa ada peristiwa yang jadi momentum perubahan itu, ato terjadi begitu saja sesuai umur, ketika dia uda ga pantes lagi disebut “boy” maka dipanggil “man”?? Ada yang bisa memberikan penjelasan??

 

*logo Superman dipinjem dari sini


I Think I Got Flu

Jakarta lagi. Setelah menempuh jalan panjang untuk pulang, sempet sarapan nasi krawon kesukaan gw, dan tentunya menikmati quality time bersama keluarga di rumah. Rumah memang selalu menyenangkan.

Berjam-jam perjalanan kemudian (pake acara ketinggalan bis pula. Untung Bapak yang jagoan berinisiatif mengantar gw menyusul itu bis ke agen berikutnya. Love you, Dad), sampailah gw kembali di kota ini. Dengan kepala berat, suara bindeng, batuk-batuk yang sakit di tenggorokan dan idung meler. Meskipun gw menyukai perjalanan dan menikmati setiap detiknya, namun kali ini badan gw menyerah.

Waktunya istirahat, pulihkan tenaga, sebelum menyambut perjalanan berikutnya.


Biar Hitam Yang Penting Senang

kleleran di bandara kegirangan sampe bali melompat di kuta begaya di ubud

 team at ubud lompat lagi di sanur pura tampak siring berjemur di sanur

Kalo kaum perempuan asia korban iklan biasanya takut hitam, maka weekend kemaren gw justru merelakan kulit gw menggelap. Karena gw mendapatkannya dengan cara bersenang-senang.
Setelah kleleran di bandara dan terpaksa rombongan harus terpisah gara-gara Lion Air menerima jumlah penumpang yang melebihi kapasitas pesawat, akhirnya sampai juga tim pertama di Bali. Tim berikutnya baru menyusul dua-tiga jam kemudian. Tanpa membuang waktu, kami berjalan-jalan menikmati sore sembari menanti sunset di Kuta yang penuh sesak dengan wisatawan (mayoritas turis domestik yang lagi musim liburan).

Esoknya baru tur yang sebenarnya dimulai. Bertolak dari Jesen’s Inn 3, Kuta (Penginapannya sederhana, bersih dan murah. Bolehlah dicoba lagi) kami menonton pertunjukan Tari Barong, lalu ke Tampaksiring (sayangnya pintu penghubung dari Pura ke Istana ditutup gara-gara Bom Bali Satu) , makan di Kintamani yang luar biasa dingin karena hujan dan kabut turun, dilanjutkan menikmati hijaunya Ubud, berbelanja di Sukawati, dan menyempatkan ke Pekan Kesenian Bali sebelum kemudian boyongan ke Sanur Beach Hotel yang terletak di tepi pantai Sanur.

Technically cuma dua hari di Bali, karena Senin siang sudah harus kembali ke Jakarta. Jadi tambah hitam, karena banyak bermain dengan matahari ketika di Kuta dan Sanurnya. Badan pun pegal-pegal akibat naik turun tangga di Tampaksiring. Tapi hati luar biasa riang, karena baru kali ini bisa menikmati matahari di Bali. Perjalanan-perjalanan sebelumnya dalam rangka kerjaan yang mengharuskan seharian di ruang conference dan baru bisa jalan-jalan setelah matahari tenggelam. Kali ini, karena judulnya memang piknik bersenang-senang jadinya ya bener-bener berasa nuansa liburannya.

“Ben ireng, awak njarem, ati seneng”


Seratus!!

Rupanya postingan gw kali ini adalah postingan gw yang keseratus. Yaaaaaaayyy!!!

Baru nyadar juga kalo blog ini uda memasuki usia setahunnya. Jadi semacem pengingat buat gw tentang apa saja yang sudah gw lalui dalam setahun ini. Sekaligus salah satu usaha untuk mengabadikan setiap waktu yang telah gw lewati. Memang mustahil untuk mengulang waktu, namun dengan menuliskannya di sini, bisa jadi bukti kalo masa itu pernah ada. Dan kehidupan gw tak terlewat begitu saja.

Terima kasih buat semua pihak yang telah turut berpartisipasi dalam kelangsungan blog ini (kok kesannya jadi gimana ya?? hehehe….), rekan-rekan blogger yang menjadi sumber ilmu pengetahuan dan pertemanan yang menyenangkan, para komentator yang bersedia nyampah kasi komentar di sini, juga silent readers. Mereka yang kesasar ato memang sengaja niat maen ke sini, jangan bosen-bosen yah…

Semoga gw bisa nge-blog terus sampe… kapanpun deh 😀

 

*Yang mo kasih kritik saran atopun duit akan diterima dengan senang hati 🙂


Cerita Setelah Euro 2008

xxxxx
30-Jun-2008 21:03

Aq pusing.aq klh taruhan.nakalq kumat lg,kmrn slama EURO aq banyak taruhan.skrg gajiq abis hikshikhik

Sebuah sms dari seorang kawan yang cukup berarti. Dia memang pernah bercerita kalo sempat kecanduan judi bola. Tapi waktu itu dia meyakinkan gw kalo sudah tidak lagi. Rupanya event Euro kemarin menggelitiknya untuk terjun kembali.

Jujur gw kuatir, apa jadinya kalo kebiasaan buruk ini selalu muncul setiap kali event-event akbar itu diselenggarakan?? Apa nggak sayang, hasil kerja kerasnya selama ini terbuang begitu saja?? Apa nggak kesian dengan anak istrinya nanti??

 

*repost dari blog gw yang lain