Monthly Archives: Januari 2012

Farewell Big Bozz

Sebuah kabar duka sampai melalui pesan singkat yang dikirim adik saya semalam. Kyai Munif Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Queen Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, telah berpulang. Terakhir sowan ke Kediri, beliau sudah dalam kondisi sakit. Sakitnya sudah lama, bahkan sejak saya masih tinggal di Jakarta.

Jika posisi sebagai pengasuh pesantren dan sebutan Kyai terdengar kuno dan konvensional, but if you met him.. you’d change your mind. Seperti halnya almarhum Gus Miek, kakaknya, Gus Munif juga dikenal dengan tampilannya yang modern. Tapi lebih penting lagi, pola pikirnya sangat visioner, moderat dan open minded.

Dengannya saya bisa cerita apa saja, termasuk tentang pacar-pacar yang ketika itu tidak bisa saya ceritakan pada orang tua (I’ve known him since I was in high school). Dia selalu percaya kalau saya bisa meraih apapun, dan encourage untuk menjadi lebih dari saya yang sebelumnya. Kalau bukan karenanya mungkin saya tak akan menjadi seperti yang sekarang ini. Dia membebaskan, sekaligus menjaga agar tidak keluar jalur. Seorang sahabat, penuntun, dan sosok yang sangat saya hormati.

Saya biasa menyebutnya Big Bozz. And he’s the coolest guardian ever!

*gambar dipinjam semena-mena dari sini


2011 (+January) in a playlist

Sudah sangat terlambatkah untuk menulis tentang kaleidoskop tahun lalu? Biarin! Baru pengennya sekarang kok. Wekk… :p

Seorang bijak di kopdar jakarta pernah berkata:

ada curcol di setiap #nowplaying.

Saya tak akan menyangkal. Justru sepertinya daftar lagu pilihan yang diputar atau dinyanyikan pada setiap karaoke itu cukup relevan untuk bercerita tentang apa yang terjadi, dialami, dan dirasakan pada masa itu. Dan sepanjang 2011, lagu-lagu ini yang menemani saya terhitung mulai april*. Cerita yang ada di baliknya, biar saya simpan sendiri saja. 🙂 Lanjutkan membaca


Lagi

Dan lagu inipun kembali menjadi lagu kebangsaan.

*sigh*