Monthly Archives: November 2014

Gusti Allah tidak “ndeso” (kampungan)

My first re-blog, since i couldn’t agree more.. 🙂

Addinie's

Emha Ainun Nadjib: Gusti Allah tidak “ndeso” (kampungan)

Suatu kali Emha Ainun Nadjib ditodong pertanyaan beruntun :

“Cak Nun,” kata sang penanya, “misalnya pada waktu bersamaan tiba-tiba sampeyan menghadapi tiga pilihan, yang harus dipilih salah satu: pergi ke masjid untuk shalat Jumat, mengantar pacar berenang, atau mengantar tukang becak miskin ke rumah sakit akibat tabrak lari, mana yang sampeyan pilih?”

Cak Nun menjawab lantang, “Ya nolong orang kecelakaan.” “Tapi sampeyan kan dosa karena tidak sembahyang?” kejar si penanya. “Ah, mosok Gusti Allah ndeso gitu,” jawab Cak Nun.

“Kalau saya memilih shalat Jumat, itu namanya mau masuk surga tidak ngajak-ngajak, ” katanya lagi. “Dan lagi belum tentu Tuhan memasukkan ke surga orang yang memperlakukan sembahyang sebagai credit point pribadi.”

Bagi kita yang menjumpai orang yang saat itu juga harus ditolong, Tuhan tidak berada di mesjid, melainkan pada diri orang yang kecelakaan itu. Tuhan mengidentifikasikan dirinya pada sejumlah orang.

Kata Tuhan:

Kalau…

Lihat pos aslinya 551 kata lagi


Me and Mbak Leighton Meester

Baru sekali-kalinya nih saya bikin kumpulan foto make up transformation gegara ada kuis di lapak sebelah. Cukup tricky juga mikir mo memiripkan diri dengan artis siapa mengingat kostum dan lokasi sedang tidak memungkinkan buat ngaku-ngaku Angelina Jolie di Maleficent. Jadilah saya gugling saja artis siapa yang kebetulan ada fotonya sedang berkacamata, berambut cokelat (seperti warna jilbab yang sedang saya kenakan), dan mengenakan outfit simple sehingga saya tak perlu belanja ekstra.

Kebetulan nemu foto mbak cantik Leighton Meester yang lagi pake kacamata dan jaket hitam ini. Kalo cuma jaket hitam kan memang saya tinggal di kantor buat persiapan kalau ac ruangan sedang bersemangat.

Setelah beberapa kali jepret (tentunya dengan nyuekin lalu lalang orang kantor yang memandang saya dengan dahi berkernyit), akhirnya… VOILAAAAAA!!

Mirip kaaaaaan?

Mirip kaaaaaan?


Interstellar: A Must Watch Movie of the Year

Tahun 2014 belum juga habis dan saya sudah berani mentahbiskan Interstellar sebagai salah satu film terbaik yang dirilis tahun ini. And yes, YOU – MUST – WATCH – IT. Akan lebih sempurna lagi kalau ditonton dalam versi 4dx atau IMAX.

Iya sih, saya pernah mual ketika nonton 4dx. Tapi ketika mendengar ada yang menyebut bahwa Interstellar merupakan gabungan dari Inception dan Gravity, saya pun bersikukuh untuk menonton ini film setidaknya di IMAX, syukur-syukur 4dx. Pengalaman saya nonton Gravity di studio biasa bikin nyesel karena kebayang efek itu film pasti bisa lebih dahsyat kalau saya tonton di 4dx.

Benar saja, adegan-adegan di luar angkasa sungguh sangat luar biasa efeknya. Apalagi ketika adegan melayang terapung-apung pada zero gravity. Bisa berasa seakan kita ada di sana juga. Oh terima kasih, teknologi!

Sayangnya saya salah perhitungan tentang kapasitas kandung kemih sendiri, sehingga goncangan-goncangan tersebut sempat memperparah sensasi kebelet pipis di tengah film. Alhasil, saya harus dengan amat sangat terpaksa berlari (literally) ke toilet beberapa menit di tengah film juga ketika kembali ke studio lagi, saking gak rela kehilangan jalan cerita. Makanya kalau mau nonton film ini saya sarankan jangan terlalu banyak minum sebelum dan selama nonton, juga ngetap dulu ke toilet sebelum film mulai deh daripada kebelet di tengah film.

(pinjem gambar dari sini)

(pinjem gambar dari sini)

Meski demikian, durasi yang tiga jam itu sama sekali tidak akan membosankan. Sepanjang film selalu saja ada kejutan, emosi dan ketegangan yang disuguhkan Nolan bersaudara ke hadapan yang tak jarang membuat saya berlinang air mata atau bengong dengan mulut menganga saking terpesonanya. Ketika film selesaipun, saya masih duduk terpana. Berusaha mencerna segala yang baru saja saya serap, and it was MIND BLOWING!

Great job, Mr. Nolan!


“Diet”

06.30 “aku nggak mau sarapan nasi ah.. aku mau diet. kalo makan nasi tuh nanti pasti craving, laper mulu”
06.35 *cicip dua sendok nasi dari piring suami*
06.40 “aku sarapan muesli ama yoghurt aja deh biar sehat”
09.00 *turun ke kantin beli beli secangkir kopi hitam, sebutir onde-onde dan donat salut gula*
09.30 *ikut ke ruang sebelah makan sepiring spaghetti dari yang lagi ulang tahun*

Diet? Apa itu diet?