Monthly Archives: Mei 2015

Pitch Perfect 2: It’s Worth The Wait!

Sequel yang sudah saya tunggu sejak berkali-kali menonton ulang film pertamanya akhirnya tayang juga: Pitch Perfect 2. Dan penantian nyaris tiga tahun itu sama sekali tidak mengecewakan. Pada beberapa adegan dan bagian memang terkesan klise dan “oh please..!” tapi sama sekali tidak mengurangi kepuasan saya menonton film ini. Das Sound Machine, rival berat The Barden Bellas kali ini begitu memukau sehingga membuat saya tidak bisa membenci mereka. Bayangpun Uprising-nya Muse dalam versi acapella! Saya bahkan menjadi sangat emosional di bagian final performance, i literally cried tears of joy.

I definitely would watch this movie (and listen to the soundtrack) all over again just like the first movie.

pitch perfect 2

Oh iya, jangan langsung meninggalkan kursi ketika film berakhir, karena di tengah credit title ada extra scene yang sangat layak ditunggu ๐Ÿ˜‰

*pinjem gambar dari sini

Iklan

Tak Kenal Maka…

Di sebuah lift kantor yang tidak begitu penuh, sehari setelah pelantikan pejabat. A dengan riang menyapa B yang baru memasuki lift.

A: Eh Selamat yaaaa.. Udah ganti bos baru. Iya kan, ganti “Bapak”, kan?

B: Iya (menjawab kalem)

A: Kayak apa sih Bapaknya? Galak nggak?

B: Kayak itu (menunduk sambil menunjuk bapak-bapak yang tepat berada di belakang A)

A: …

pesan moral:

Lain kali kalo ganti bos, coba digugel dulu kayak apa muka dan penampakan bos barunya. Jangan sampe mau gosipan ternyata orangnya ada di lift yang sama.