Monthly Archives: Maret 2009

Jembatan Penyeberangan, Benarkah Aman??

jembatan-penyeberangan2Ini adalah pemandangan yang gw temukan pagi tadi ketika berangkat ke kantor. Atap jembatan penyeberangan yang biasa gw lewatin terkoyak bahkan terlepas dari rangkanya. Gw memang lebih memilih menggunakan jembatan penyeberangan daripada menerobos lalu lintas di bawah tak lain demi keselamatan dan nyawa gw yang cuma satu. Lebih baik menambah porsi olah raga jalan dan naek turun tangga daripada nekat menerjang lalu lintas yang tak pernah terduga kelakuan para pengendaranya. Tapi melihat kondisi jembatan penyeberangan yang mengkhawatirkan begitu kok.. gw jadi ragu ya..

Cuaca JakartaĀ beberapa waktu terakhir ini memang tak menentu. Pagi cerah dengan sinar matahari terik bisa saja berlanjut dengan langit gelap lengkap dengan badai yang memporak-porandakan. Atap jembatan penyeberangan ini salah satu korbannya. Tapi bagaimanapun, tetap saja kondisi ini ga boleh dibiarkan kan?? Kebayang gak sih ngerinya lewat di bawah atap yang mengkap-mengkap (bisa bantu membahasa indonesiakan istilah ini??) seperti siap jatuh menghunjam kepala?? hiiiiyyy….

ngeri-ih2

update: Pagi ini (27/07) senangnya saat menemukan atap jembatan penyeberangan ini sudah diperbaiki. Empat bulan waktu yang lama untuk cemas berlari-lari melindungi kepala setiap kali melewatinya. But thanx anyway.. sekarang gw tidak perlu khawatir lagi šŸ™‚


An FB Moment

Datanglah.. Lihat saja…
Agar kau tahu, hidupku bahagia.
Aku baik-baik saja.

*Confirmed!!*


Racauan Bandung

Teman-teman terdekat gw pasti tau persis kenapa gw jadi sensitif banget ama kota yang satu ini. Jangankan berkunjung ke sana, cuma sedikit selentingan tentang “Bandung” aja uda harus bikin mereka menabahkan diri dan menerima dengan lapang dada punya temen “sakit” kayak gw.

Minggu lalu gw “disiksa”. Pekerjaan membuat gw harus berdiam lima hari di kota yang berjuluk Parijs van Java. Seharusnya malah enam hari, namun negosiasi dengan bos super baik (tengkyu boss!!) berhasil mengurangi satu hari penderitaan gw.

maksi di warung pasta

teman-teman bandung yang menyenangkan

Sebelum mulai dilemparin botol duit oleh para bobotoh Bandung, it’s just something personal about me and the city. Sepertinya kota-kota romantis seperti Jogja, Malang dan tentu saja Bandung mempunyai tendensi untuk menyeret kita dalam romansa. Akan menyenangkan kalau semuanya berjalan baik dan lancar-lancar saja. Tapi ketika dengan apesnya bertemu tipe penjahat seperti yang gw alami, maka gw cuma bisa bersyukur mempunyaiĀ sahabat-sahabat yang selalu siap menyediakan pelukan dan mendengarkan racauan hehehe….

kopdar with Bimas

kopdar with Bimas

Mumpung lokasi bertugas lagi ada di I-Te-Be (yang membuat gw menyesal kenapa waktu itu ga memilih kuliah di kampus banyak pemandangan pria berseliweran inih), gw ga mau melewatkan kesempatan buat berburu kopdar dengan blogger ataupun plurker yang gw tau masi bermarkas disana. Setelah pasang pengumuman di Plurk, jadilah seorang Bimas yang mahasiswa tingkat akhir (semoga ya Bim..) menghampiri gw. Kopdaaaaaarrr!!! Kalo biasanyaĀ cuma bisa mentunginĀ via Plurk, kali ini rupanya gw ga tega buat mentung secaraĀ langsung.

foto bareng pak Budi Rahardjo

Dewi Fortuna sepertinya memang sedang memayungi gw karena di sore hari terakhir gw di kota itu, gw bersimpangan dengan sebuah wajah familiar yang sebenernya sejak hari pertama di I-Te-Be gw uda liat, hanya saja masi terlalu grogi buat minta foto bareng. Karena malam itu juga gw uda harus meninggalkan Bandung, kalo bukan sekarang kapan lagi, pikir gw. Jadilah gw memberanikan diri buat kenalan sekaligus minta foto bersama pak Budi Rahardjo, salah seorang blogger yang gw kagumi. Hohoho… makasyi pak… Maaf kalo sempet bikin pak Budi bingung, tau-tau ada yang ngajakin foto bareng hehehe…

Bandung memang selalu menyenangkan..*bersiap meracau lagi*