Category Archives: iseng ga penting

Me and Mbak Leighton Meester

Baru sekali-kalinya nih saya bikin kumpulan foto make up transformation gegara ada kuis di lapak sebelah. Cukup tricky juga mikir mo memiripkan diri dengan artis siapa mengingat kostum dan lokasi sedang tidak memungkinkan buat ngaku-ngaku Angelina Jolie di Maleficent. Jadilah saya gugling saja artis siapa yang kebetulan ada fotonya sedang berkacamata, berambut cokelat (seperti warna jilbab yang sedang saya kenakan), dan mengenakan outfit simple sehingga saya tak perlu belanja ekstra.

Kebetulan nemu foto mbak cantik Leighton Meester yang lagi pake kacamata dan jaket hitam ini. Kalo cuma jaket hitam kan memang saya tinggal di kantor buat persiapan kalau ac ruangan sedang bersemangat.

Setelah beberapa kali jepret (tentunya dengan nyuekin lalu lalang orang kantor yang memandang saya dengan dahi berkernyit), akhirnya… VOILAAAAAA!!

Mirip kaaaaaan?

Mirip kaaaaaan?


“Diet”

06.30 “aku nggak mau sarapan nasi ah.. aku mau diet. kalo makan nasi tuh nanti pasti craving, laper mulu”
06.35 *cicip dua sendok nasi dari piring suami*
06.40 “aku sarapan muesli ama yoghurt aja deh biar sehat”
09.00 *turun ke kantin beli beli secangkir kopi hitam, sebutir onde-onde dan donat salut gula*
09.30 *ikut ke ruang sebelah makan sepiring spaghetti dari yang lagi ulang tahun*

Diet? Apa itu diet?


Tut Wuri Handayani: Sekelumit Analisa Seadanya tentang Manusia Indonesia

“Mohon perhatian, kepada para hadirin dimohon untuk dapat mengisi tempat duduk yang ada di barisan depan terlebih dahulu karena acara akan segera dimulai”, demikian biasa disampaikan para pembawa acara pertemuan yang melibatkan banyak orang dengan setting tempat duduk berbaris. Jangankan dalam sebuah seminar, pada ruang rapat yang berbentuk U-shape dengan dua baris meja saja, tempat duduk di barisan belakang pasti lebih cepat terisi dibandingkan dengan barisan depan.

Ada yang menyebutnya “kebiasaan orang Indonesia” untuk lebih memilih bergerombol di belakang. Ingat saat masih sekolah? Tempat favorit kebanyakan siswa adalah di baris belakang. Terbukti dengan tingkat kepadatan pada saat hari pertama penentuan tempat duduk. Baris terdepan biasanya kalau tidak diisi oleh siswa teladan yang antusias atau penderita rabun jauh (seperti saya), ya mereka yang cukup apes tidak kebagian bangku belakang. Baris belakang jadi most wanted position baik di dalam kelas, di bis saat darmawisata, maupun ketika upacara.

Kenapa bisa demikian? Bukankah jika kita di baris depan maka akan semakin mudah untuk konsentrasi dan menyerap materi pelajaran/seminar? Akan lebih jelas juga apabila ada yang ingin kita informasi yang ingin kita ketahui lebih jauh dengan berdiskusi langsung pada narasumber. Tapi tetap saja, jarang saya dapati orang berebut baris terdepan pada forum-forum keilmuan.

Baru beberapa waktu lalu saya kepikiran ketika tanpa sengaja saya melihat lagi gambar dasi siswa Sekolah Dasar. Iya, dasi kecil warna merah dengan logo “TUT WURI HANDAYANI”. 

ragam dasi "tut wuri handayani"

ragam dasi “tut wuri handayani”

AHA!! INILAH PENYEBABNYA!

Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional pendiri Taman Siswa, mengajarkan pada kita semboyan pendidikan yang sangat terkenal. Semboyan dalam bahasa Jawa itu berbunyi:

“Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”

Artinya kurang lebih “yang berada di depan memberi contoh, yang di tengah memberi semangat, yang di belakang memberi dorongan”.

Masalahnya, yang sering ditampilkan di mana-mana, termasuk di dasi murid-murid sekolah itu cuma sepenggal saja. Hanya bagian “tut wuri handayani”-nya. Jadi di alam bawah sadar mereka juga lebih banyak terpatri untuk mendorong atau mendukung dari belakang, daripada urgensi untuk melaksanakan peran yang di depan. Tengah mah tim hore seperti fungsinya memberi semangat.

Jadi bagaimana caranya memancing agar baris depan tampak lebih menarik sekaligus belajar leadership? Jangan cuma “tut wuri handayani”-nya saja, akrabkan para siswa dengan dua kalimat lainnya. Tentu bukan hanya sebatas tulisan di dasi sekolah. Lebih penting lagi bagaimana penerapan dalam kehidupan sehari-hari bahwa depan itu keren, antusias, pemberani, penerobos segala halang rintang. Bagaimana kita mau maju kalau ke depan saja enggan?

 

 

*pinjem gambar dari sini


Suatu Ketika Seharian Demam Korea

Demam ko-Korea-an yang melanda hampir seluruh penjuru negeri (atau bahkan dunia) membuat saya jengah. Apaan sih pada segitunya? Jadilah selama ini saya enggan untuk turut serta nonton berbagai drama atau apapun bentuknya dari negara Ginseng itu. Saya bahkan nggak ngerti di mana gantengnya artis-artis cowo sana yang dielu-elukan oleh sebagian teman-teman perempuan saya. Menurut saya wajah mereka sama semua. Susah bedain satu dengan lainnya. Begitu juga ketika saya ditawari pinjaman eksternal hard disk teman pengoleksi segala bentuk drama Korea. Berbekal iseng dan penasaran apa yang menyebabkan temen-temen saya itu sampai demam sedemikian rupa, sayapun memilih salah satu folder dengan judul yang sering mereka bicarakan.

Judulnya Lie to Me. Sama seperti judul serial hollywood yang pernah saya ikuti. Tapi Lie To Me yang serial drama Korea ini bukan cerita kriminal, melainkan drama percintaan ala cinderella seperti pada umumnya. Biasalah.. cewe (cantik tentunya) dari keluarga biasa yang clumsy dan ceria, bertemu cowo strict ganteng kaya raya dan konflik-konflik yang timbul atas berbagai perbedaan antara keduanya. Quite sinetron-y.

Herannya, saya cukup betah mantengin dari pagi hingga pagi keesokan hari kemudian, dengan disela kegiatan-kegiatan dasar seperti mandi, sholat dan tidur (ketiduran ding tepatnya). Makan dan minum saya lakukan sambil menonton. Mungkin karena adanya kesamaan pekerjaan dengan tokoh utama wanita, Gong Ah-jung (diperankan oleh Yoon Eun-hye), yang juga PNS Kementerian, sehingga jenis-jenis pekerjaan yang dilakukannya bikin saya ber-“oooh PNS Kementerian di Korea juga kayak gitu toh kerjaannya”. Meski di sisi lain saya juga heran kok bisa-bisanya dia ngantor pake kaos, celana pendek, bahkan sepatu sandal casual ketika berhadapan dengan Menteri. Udah gitu gampang banget dia minta pindah ke Jeju Island setelah dikembalikan bertugas. Kalau di sini mah pasti udah dipelototin orang Kepegawaian dibilang riwil kagak tau diri.

Trus tokoh utama cowo, Hyun Ki-jun (diperankan oleh Kang Ji-hwan), meski posisinya Presiden suatu perusahaan besar yang mempengaruhi perekonomian Korea, gampang aja gitu kabur ke sana kemari buat ngikutin cewenya. Itu bukan apa-apa sih sebenernya, ya namanya juga bos besar, mungkin bebas buat dia mo ngapain juga. Tapi saya sungguh kagum betapa cowo yang digambarkan se-manly itu bisa mengenakan bros bunga warna-warni bersama dengan setelan suit yang merupakan kostum kerja hariannya. Seakan tak cukup dengan bros bunga centil, pas ke Jeju Island juga dia pake tas ransel cantik loh.. Cantik beneran, saya aja mau tas itu.

lie to me

Di sisi lain, saya terkagum dengan betapa smooth serial ini digunakan untuk promosi wisata dan budaya Korea. Mulai dari sejarah, food street, kebiasaan sosial masyarakat, dan tentunya keindahan spot-spot wisata diselipkan dalam cerita sehingga penonton dapat mengenal dan turut belajar dengan suka cita. Andai saja Kementerian Pariwisata di Indonesia juga dapat melakukan hal serupa. Dibandingkan baliho atau video yang menayangkan pejabat entahlah yang bikin liat aja ogah, promosi pariwisata melalui film dan serial seperti ini jauh lebih menyentuh hati dan menumbuhkan keinginan untuk mengunjungi dan mengalami.

Ada yang punya rekomendasi serial Korea lain yang menarik untuk diikuti?


Corat Coret Corat

Saya tidak pernah pandai menggambar. Nilai pelajaran kesenian saya tidak pernah lebih dari 6. Itupun saya yakin lebih sebagai nilai kasihan, atau penghargaan guru terhadap usaha yang telah saya lakukan. Pagi tadi, melihat pemandangan dari balik jendela kamar hotel Mercure Padang, tempat saya menginap, tiba-tiba saya tergerak untuk menggambar. Dan inilah hasilnya..

image

Sepertinya lagi-lagi dapat 6 hahahahaha…..


Gatel GI-Joe: Retaliation [Spoiller Alert]

Sudah nonton film GI-Joe Retaliation? Saya baru kemarin dan kemudian gatel pengen cerita. Kalau belum, dan tidak menghendaki spoiller sedikitpun, sebaiknya lewatkan saja postingan ini hingga anda selesai menonton.

Lanjutkan membaca


Yaaaay!! It’s Valentine’s Day!

11863201-valentine-tree-with-hearts-leaves-and-birds

So What?

*pinjam gambar semena-mena dari sini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 94 pengikut lainnya.