Monthly Archives: Januari 2013

Ketika Pompa Air Kost Mati

Tadi malam. Liyer-liyer menjelang kantuk, pintu kamar diketuk. Rupanya penjaga kos yang membawa kabar duka. Mesin pompa air di kost konslet. Jadi warga kos diminta menampung air secukupnya untuk persediaan hingga pompa air selesai diperbaiki, yang tentunya tak bisa malam itu juga. Saya cuma punya sebuah ember kecil untuk menampung air. Mungkin cukup untuk kebutuhan hingga wudlu subuh. Tapi tak akan cukup untuk mandi pagi. Bisa saja saya bangun sepagi mungkin dan mandi secepatnya sebelum penghuni kos lain mulai beraktifitas. Tapi rasanya tak adil. Setandon air tersisa itu kan hak bersama. Saya toh punya back up plan untuk memenuhi masalah kebutuhan air pribadi saya.

water

Jadilah pagi tadi, beberapa saat setelah sholat subuh, saya sesegera mungkin berangkat ke kantor. Tanpa mandi. Karena justru saya bermaksud untuk memanfaatkan fasilitas shower di toilet kantor untuk bebersih diri. Toh saya akan seharian di kantor. Hal yang sama juga berlaku untuk mandi sore. Semoga saja ketika saya pulang kantor, masalah pompa air sudah akan terbereskan.

Tapi bagaimana jika belum? In that case, berarti saya tinggal mempersingkat durasi saya di kosan dengan lebih lama berada di luar (baca: main). Pilih saja tempat main yang punya fasilitas-fasilitas yang saya butuhkan, dalam hal ini toilet dan musholla. Beruntunglah saya tinggal di Jakarta sehingga pilihan tempat main yang menyediakan fasilitas serupa cukup beragam. Paling mudah sih mall dan pusat keramaian yang banyak berceceran di kota ini. Asalkan saya pulang kosan dalam kondisi sudah bersih, sudah sholat isya’ dan tinggal tidur kan nggak akan terlalu tersiksa berada di kosan dengan pasokan air terbatas. Tentu saja dengan harapan kondisi seperti ini tidak berlarut-larut. Bagaimanapun air merupakan kebutuhan esensial sehari-hari. Jika krisis air ini mencapai tiga hari, mungkin saya sudah akan mulai mencari kosan baru.

*pinjem gambar dari sini

Iklan

Akhir Tahun di Timur

Bukan timur Indonesia, belum sejauh itu kok berpetualangnya. Jawa Timur tepatnya.

batu-malang trip

Berangkat dengan perencanaan dan persiapan untuk menengok Bromo di penghujung 2012, namun kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat kita memilih untuk menyambangi Surabaya, Madura, Malang dan Batu saja. Bromo toh tak akan ke mana. Dan Malang, saya tak akan pernah protes dibawa ke sana.

Berlima dengan adek Kholid, Okky, Mizan dan Angki mencicip berbagai hidangan khas setempat. Di Surabaya kita makan Rujak Cingur Delta, Sate Kelopo Ondomohen, dan Es Krim Zangrandi yang nggak ada yang nggak enak.  Kemudian menyeberang ke Bangkalan kepedesan makan Bebek Songkem, bebek kukus pedas khas Madura, dan minum wedang Pokak yang di daerah asal saya lebih dikenal sebagai wedang Pekak. Hanya saja wedang Pekak bikinan ibu saya memiliki citarasa jahe dan anis yang lebih kuat. Meluncur ke Malang kami sempatkan untuk makan Pecel Kawi, Bakso Kota Cak Man, dan tentu saja Bakso Bakar Trowulan. Jangan ditanya berat badan naik  berapa kilogram dalam tiga hari perjalanan.

But it’s worth it..

*photos by Mizan. Kalo mo liat foto-foto makanan ke blognya Okky aja ya..