Arsip Bulanan: Mei 2008

Oleh-oleh dari Tanjungpinang

Abis dari Tanjungpinang. Lagi-lagi dalam rangka tugas, dan tetep  nyempetin buat jalan-jalan.

LAGOI beach Kali ini ke Kawasan Bintan Beach Resort di Lagoi. Sebuah kawasan resort yang tertata asri dan cantik dengan pantai berpasir putih nan lembut. Rindangnya pepohonan hutan sepanjang jalan menuju pantai seakan ingin menjaga kecantikan pantai dan privasi mereka yang ada di sana. Barangkali itulah salah satu faktor yang membuat resort-resort yang ada di sana bertarif cukup mahal dan (sepertinya) karena alasan ekonomis serta kedekatan geografis, mata uang dollar singapura-lah yang lazim digunakan di sana (hiks.. rupiahku yang malang).

Satu hal lagi selain soal mata uang yang diskriminatif. Kawasan ini juga dijaga oleh Lagoi flagpengamanan yang sangat ketat. Hanya tamu resort yang bisa menikmati sepuasnya keindahan alam disana. Gw dan tim cukup beruntung dapat menyusup memasuki area karena menggunakan driver yang punya koneksi “orang dalam” dan menggunakan sedikit trik menghadapi petugas keamanan. Bahkan untuk menikmati pantai pun tak bisa bebas berlari kesana kemari dari ujung pantai sebelah sana sampai ujung yang sono karena sudah terdapat batas-batas berupa bendera atau menara yang tak boleh kita langgar atau berurusan dengan keamanan resort.

Lagi-lagi hiks.. Apa cuma yang punya uang yang boleh bersenang-senang??


Tukeran Yuxxx….

Image hosted by Webshots.com Baru selese baca buku ini tadi malem setelah lama ngincer. Gw emang uda perna baca karya-karya Clara Ng sebelumnya, dan selalu berhasil menarik gw ke sebuah dunia imajinasi yang dia ciptakan. Membaca buku inipun, gw gak merelakan diri tertidur sebelum khatam meskipun mata sudah terasa sangat berat.

Tiga Venus berkisah tentang tiga orang perempuan pada usia early-thirties: Emily, Juli dan Lies dengan perbedaan status latar belakang dan profesi. Emily seorang direktur marketing lajang yang berpandangan sinis terhadap lembaga pernikahan. Juli adalah ibu rumah tangga dengan tiga anak yang menjalankan bisnis katering, happily married (kecuali pada bagian beribu mertua super rese). Sedangkan Lies, guru sastra pada sebuah SMU, seorang janda yang trauma pada kehidupan pernikahan. Setelah melewati sebuah hari yang mereka anggap super buruk, mereka menyampaikan  permintaan dalam hati yang dikabulkan oleh Tuhan dengan caraNya tersendiri. Mereka bertukar tubuh, dan tentunya, kehidupan. Emily menjadi Juli, Juli menjadi Lies, dan Lies berada dalam tubuh Emily. Bagaimana mereka menjalaninya?? Mendingan baca aja deh.

Buku yang seru, perempuan banget tapi juga disarankan untuk dibaca buat para pria. Biar tau, kalo jadi perempuan (dengan berbagai tingkat dan posisi) itu tidaklah mudah. Tapi setiap perempuan, dengan kekuatan dan keunikan yang ada pada diri masing-masing, selalu memiliki cara untuk melewatinya. Dengan merubah sudut pandang saja kisah sebuah kehidupan bisa berakhir berbeda.

Yang jelas, buku ini membuat gw berkhayal. Kalo gw berkesempatan untuk memilih, dengan siapa gw bertukar tubuh dan kehidupan, ada tiga perempuan yang akan gw pilih:

  1. Victoria Beckham
    Uda cantik, tenar, gaya fashion-nya oke, kaya raya, punya brand sendiri hmmm… Selain itu, gw juga pengen merasakan sensasi menolak seorang Filippo Inzaghi untuk kemudian menikah dengan David Beckham huehehhehe….
  2. Paris Hilton
    Helloooooo??? Cewe mana di dunia yang ga pengen bertukar kehidupan dengannya. Berasa hidup tiada beban. Kerja cuma buat have fun karena yang harus dia lakukan cuma menghabiskan uang. Berasa surga dunia banget.
  3. Masi ada lagi si… seorang penulis perempuan yang sepertinya punya kehidupan yang menyenangkan, tapi jadi gak enak ati kalo gw nyebut disini. Takut si Mbak baca dan mikir macem-macem hehehehe…. (tus ngapain dikasi link?? :D )

Bukan berarti gak bersyukur dengan kehidupan yang kita miliki. Ini kan cuma mengkhayal, efek samping dari sebuah novel. Kalo kalian bole milih, mo tuker kehidupan ama siapa??


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.