Posted by: emyou on: Juni 2, 2009

Saya sungguh tak terbayang istilah apa lagi yang tepat untuk menggambarkan situasi ini. Prita Mulyasari, seorang ibu dari dua anak terpaksa harus ditahan karena curhat atas buruknya pelayanan RS.Omni Tangerang. Salah diagnosa yang mengakibatkan salah penanganan membuat sakit yang diderita ibu Prita bukannya membaik melainkan semakin parah. Setelah komplain kepada pihak rumah sakit tidak ditanggapi dengan baik, ibu Prita-pun menulis surat berbagi pengalaman ke sebuah milis.
Tak disangka tindakannya ini berbuntut panjang. RS.Omni Tangerang menuntutnya secara perdata dengan dalih pencemaran nama baik. Tidak berhenti sampai di situ, saat ini, beliau sedang dalam tahanan kejaksaan menanti sidang pidana karena dituntut dengan UU ITE.
Wew… Apa yang sedang terjadi di negeri ini?? Seingat saya, hak-hak konsumen dijamin dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen deh.. tapi kok jadinya malah ruwet kayak begini?? Akankah kita tinggal diam begitu saja?? Tentu tidak!!
Mengikuti jejak ndorokakung, simbok venus, dilla, mba memeth, tikabanget, dan masih banyak teman-teman lain yang bergabung dalam cause “Dukungan bagi ibu Prita Mulyasari, penulis surat keluhan melalui internet yang dipenjara” mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu menyuarakan:
Hang on, bu Prita… We’re here for you…
*hugs*
LAWAN !
woh!!.. tutup wae kuwi rumah sakit nya!!…
Good job, girl. Jangan berhenti. Lawan.
*masih bingung knp negeri ini makin kacau gini*
Hukum Indonesia belain siapa ya sebenernya….
*tragis*
LAWAN!
ayo kita pake hukum alam aja sekalian
yukk.. lawan!!!!
[...] Buruk Muka Cermin Dibelah « never mind..it’s just me [...]
jangan sampe ini jadi preseden buruk hukum di indonesia. diboikot saja tuh rumah sakit, tendangin manajemennya
paraaah niiih, cuman gtoo doang, denda 200 milyarr, paraah daaah aahk…
aku ndak ngerti hukum, tapi intinya ini gag adil…
LAWAN!! dan bebaskan ibu Prita!
[...] Berbagai gerakan dilangsungkan di ranah daring ini, bila ingin mendukung di fesbuk bisa kesini lalu, pasang banner seperti ini di blog dan email ke RS omni. lalu gerakan para blogger yang menulis tentang kasus ini di blognya masing-masing [...]
tuntut balik aja rumah sakitnya……..
Semangat…………!
Kejadian yg amat langka & tragis, seorang ibu yg sedang sakit, menyerahkan nasibnya kepada dokter & rumah sakit dengan harapan dapat segera sembuh agar dapat mengasuh & mengayomi kedua balitanya, kenyataannya malah harus merasakan jeruji besi & terpaksa berpisah dari kedua buah hatinya selama 20 hari. Di negara kita yg terkenal sebagai negara yg santun, berbudi luhur, masih ada juga kejadian orang yg sakit, berobat, membayar, tdk sembuh, malah semakin parah, masuk penjara lagi. Ternyata krisis hati nurani akibatnya jauh lebih buruk daripada krisis ekonomi. Kami doakan yg terbaik buat Ibu Prita beserta keluarga, semoga masalahnya cepat selesai & keadilan dapat ditegakkan. Amin
semoga blogger yg mendukung bu prita ga ikutan dijerat hukum ya.. nanti malah tambah panjang lagi. maksudnya mo ngedukung, simpati, eh.. malah dikira ikut2an mencemarkan nama baik omni dengan menyerukan ‘SAY NO TO OMNI HOSPITAL’
**huwh… ribet ah
alhamdulillah mba prita skrg udah bebas ya.. ^^
saya ikut nulis ya… tapi tidak lewat blog.
salam kenal.
*mbak aslinya mana sih?*
salam kenal mbak… dikau asli mana???
tapi sekarang urusannya makin ruwet bangeut, dia malah disidang lg,,….. mo dibawa kemana ya ….????? hukum kaya main2an…………..
Juni 2, 2009 pada 11:29 am
Hukum disini memang campur aduk dan tidak terintegrasi.
Juni 11, 2009 pada 1:05 pm
itulah indonesia!!