Maleficent: Berusaha Memahami Sisi Lain Cerita Dongeng

“Filmnya Angelina Jolie yang Maleficient bagus gak sih?”, tanya seorang teman.

“It’s Maleficent. And it’s a MUST WATCH!” jawab saya.

Bukan hanya satu-dua teman, sayapun pada awalnya sempat siwer membaca judul dan mengiranya “maleficient”. Mungkin karena lebih akrab di kuping dengan memisahkannya jadi “mal efficient”, tapi Maleficent adalah nama perempuan yang di dongeng-dongeng Disney sebelumnya sering dikenal dengan sebutan Nenek Sihir. Beberapa bahkan menyebutnya “Nenek Sihir Jahat”. Tokoh antagonis yang evilest evil lah pokoknya.

Sebenernya saya nonton film ini sudah beberapa minggu lalu. Saat ini juga sudah turun dari layar bioskop. Tapi untuk ditonton di dvd (ataupun donlotan) pun film ini masih sangat bisa untuk dinikmati.

Dikisahkan, Maleficent, seorang peri perempuan kecil penjaga hutan Moors, menjalin persahabatan dengan Stefan, anak manusia yang tersesat di hutan. Seiring waktu, persahabatan keduanya menumbuhkan perasaan yang berbeda di hati Maleficent. Hingga suatu hari Stefan pergi,  Maleficent tetap menanti sambil melakukan tugasnya menjaga Moors.

Suatu ketika raja yang berkuasa bermaksud menginvasi Moors, dan dikalahkan oleh Maleficent dan pasukannya. Merasa dipermalukan, raja pun mengumumkan barangsiapa yang dapat membunuh Maleficent berhak untuk menikahi putrinya, dan menjadi pewaris tahta kerajaan. Stefan tergiur dengan tawaran itu. Kembalilah dia ke hutan Moors, dan dengan mudah meraih kembali kepercayaan Maleficent yang tak sadar, bahwa Stefan hanya memperalatnya untuk meraih kedudukan di kerajaan. Dari situ baru kisah Putri Aurora seperti yang biasa kita dengar dimulai.

maleficent-wings

Jika kita biasa mendengar kisah Putri Aurora dari sudut pandang kerajaan, kali ini kita disuguhi cerita dari sisi “Nenek Sihir” yang dikenal sebagai musuh utama. Dengan cara ini, kita jadi mendapatkan gambaran yang lebih luas dan lengkap. Betapa dunia tidak se-hitam putih cerita yang biasa dijejalkan cerita sinetron atau dongeng pada umumnya. Bahwa ada yang namanya hukum sebab akibat, dan siapapun bisa berubah. Mengajak kita melihat sosok secara utuh melalui tindakannya, bukan sekadar citra yang dilekatkan padanya.

Jadi, Pemilu 9 Juli nanti milih siapa?

 

Eh?

 

 

*pinjem gambar dari sini

 


5 responses to “Maleficent: Berusaha Memahami Sisi Lain Cerita Dongeng

  • christin

    aku suka sekali film maleficent ini. karena dulu waktu nonton sleeping beauty itu ngelihat nenek sihirnya kok kayak kasihan gitu bukannya jahat. ternyata begini ceritanya…

    nunggu film sisi lain dari joker bakal ada gak ya hihihi

    • emyou

      huwooooh… pasti keren kalo ada cerita Joker. dan ga harus bikin kita simpati juga sih.. bisa aja justru makin yakin kalo dia emang gila beneran, dan yang dilakukan selama ini belum tentu puncak kegilaannya. hohohohoho….

  • Takodok!

    Kayaknya semenjak Batman-nya Nolan, semua karakter klasik baik dongeng ataupun superhero, dibolak-balik dan makin abu-abu. Suka!

  • Wisanggeni Odon Saputra

    Saya tadi mau nonton film ini tapi batal krn kepincut film ‘how to train the dragon’. Wah harus nonton nihh, keren kayaknya. Trims sharing reviewnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: