Hari Ini Pasti Menang: Mengintip Liku Drama Sepakbola

Tadi malam untuk kedua kalinya saya menonton film Hari Ini Pasti Menang. Nonton pertama bareng teman-teman Kopdar Jakarta bersama sang penulis skenario, mbak Swastika Nohara. Setelah itu saya merasa perlu mendengar komentar salah seorang sahabat yang saya percaya lebih memahami persepakbolaan Indonesia, maka saya ajak dia ke bioskop serta.

Lagipula saya ingin menikmati lagi sensasi merinding bangga terhadap persepakbolaan “Indonesia” seperti yang disajikan di opening film ini bersama iringan megah Lagu “Indonesiaku” yang dibawakan Ananda Sukarlan feat Judika. “Indonesia”? Iya, karena sejarah sepakbola yang ditayangkan dalam bentuk kliping berita-berita di sini bukanlah hal yang sebenarnya terjadi pada persepakbolaan Indonesia yang sesungguhnya. Secinta-cintanya saya sama Indonesia, tentulah saya nggak akan percaya kalau ada yang memberitakan bahwa Indonesia masuk Piala Dunia, dan memenangkan final melawan Brazil, dengan striker kita sebagai top skorer Piala Dunia. Setidaknya dalam waktu dekat ini. Ya, saya memang ikut tersenyum lebar bahagia sambil menahan sesak di dada, seperti dihadapkan pada mimpi indah yang saya tau tak nyata.

Hari Ini Pasti Menang

Gabriel Omar Baskoro, tokoh utama dalam film ini, digambarkan sebagai pesepakbola muda yang sedang bersinar, ganteng, seksi, dan arogan macam Christiano Ronaldo. Bahkan Gabriel (yang pertama mendengar namanya mengingatkan saya pada Batistuta) juga memiliki panggilan lapangan GO8, macam CR9. Seiring dengan semakin berkibarnya popularitas, semakin besar pula cobaan dan godaan yang mengitari GO8. Bukan hanya provokasi dari pemain-pemain lawan di lapangan, GO8 juga ditengarai terlibat pengaturan skor pertandingan. Hal ini membuat Andien, seorang wartawati yang juga teman masa kecil GO8, tertarik untuk menginvestigasi lebih lanjut. Keingintahuan Andien ini rupanya menyebabkan ada pihak yang merasa tidak nyaman sehingga meneror Andien untuk menghentikan investigasinya.

Drama yang disajikan di film ini bukan hanya seputar apa yang terjadi di lapangan sepak bola, namun juga apa yang terjadi di baliknya. Hubungan ayah-anak disajikan begitu manis, membawa penonton turut merasakan nasionalisme serta kebanggaan dan harapan pak Edi Baskoro (yang diperankan aktor kawakan Mathias Muchus) terhadap anaknya, sang bintang lapangan. Akting Ray Sahetapy sebagai coach Bram membuat saya merasa melihat Jose Mourinho dalam versi Indonesia. Demikian pula Bepe yang kharismatik bisa diperankan dengan lebih ganteng oleh Ibnu Jamil.

Over all, saya sangat menikmati menonton film ini apalagi jadi bisa ikut ngintip changing room pemain Jak Metro yang pada lepas-lepas kaos. Detil-detil yang disajikan begitu menggelitik. Mulai dari poster narsis sutradara di barisan suporter, portal di bunderan HI, uang bergambar Gus Dur, sampai gosip Syahrini (sumpah! ini usil banget penulisnya hahahaha…). Belum lagi sentilan-sentilan yang disajikan dalam dialog para tokohnya. Kita juga diajak melihat lagi dan berusaha memahami apa yang kiranya terjadi di beberapa kejadian fenomenal di dunia sepakbola seperti tandukan Zidane, gol tangan tuhan Maradona, hingga dicabutnya gelar Juventus akibat tersandung calciopoli.

nobar Hari Ini Pasti Menang bersama Kopdar Jakarta  (photo courtesy of @icit)

Kopdar Jakarta nobar Hari Ini Pasti Menang bersama sang penulis skenario
(photo courtesy of @icit)

It’s a must see! Buruan tonton di bioskop ya.. Jangan telat buat lihat opening kerennya, dan pastikan anda tidak beranjak dari kursi bioskop hingga credit title berakhir. Ada extra scene yang penting!

 


5 responses to “Hari Ini Pasti Menang: Mengintip Liku Drama Sepakbola

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: