Matur Nuwun Gusti, Saya Orang Indonesia

Wiken kemaren saya bertugas mendampingi para delegasi dari Palestina buat kunjungan lapangan ke Bandung. Selain kunjungan terkait kerjaan kantor, mereka juga diajak jalan-jalan ke Saung Angklung Udjo, Museum Konferensi Asia Afrika, dan Taman Safari Cisarua.

foto saung angklung udjo

Di Saung Angklung Udjo selain berbelanja souvenir tradisional, kami juga menonton pertunjukan kebudayaan khas Jawa Barat. Selain itu kami berkesempatan menonton konser angklung yang bukan hanya memainkan lagu-lagu tradisional, namun juga lagu-lagu pop dunia, mulai dari lagu The Beatles sampai Bohemian Rhapsody! Pertunjukan ini bahkan melibatkan seluruh audiens-nya untuk turut bernyanyi, menari, dan main angklung bersama. Setelah selesai pertunjukan, salah satu delegasi dari Palestina menghampiri saya dan berkata dengan mata berbinar-binar “that was the happiest time in my life”. Dia kemudian bercerita kalau kehidupan mereka di sana begitu akrabnya dengan kesedihan sehingga sangat langka untuk mereka tersenyum dan tertawa. Jadi kesempatan merasakan bahagia seperti dalam pertunjukan itu tadi sangat berkesan untuk mereka.

Sepanjang perjalanan berangkat ke Bandung di hari sebelumnya memang sudah terlihat kalau mereka terheran dan kagum tiap melihat rumput, pohon, sawah, dan segala tanaman hijau-hijauan karena sangat langkanya pemandangan itu di negara mereka. Tapi ketika dalam perjalanan ke Puncak, mendekati Puncak Pass, ada saat bus memasuki area berkabut tebal. Beberapa dari mereka dengan excited-ly berkata “we’re getting in the clouds!”, dan bapak-bapak di depanku bilang “this is one of the most amazing moment in my life”. Semua-mua aja di-the most…in my life-in :))))
foto asia afrika dan puncak
“Sekarang saya tahu, mengapa kalian, orang Indonesia sangat ramah dan penuh senyum. Alam kalian begitu indah” ujar seorang lainnya dalam bahasa inggris yang saya lupa gimana tepatnya.
Senang melihat mereka senang. Di sisi lain, jadi makin bersyukur terlahir di Indonesia. Hal-hal yang selama ini mungkin sesuatu yang biasa dan sehari-hari bagi kita, ternyata merupakan kemewahan buat mereka.
*foto-foto courtesy of Heroe, fotografer kantor

35 responses to “Matur Nuwun Gusti, Saya Orang Indonesia

  • Dilla

    ya ampun… sedih ya.. sampe untuk tertawa atau tersenyum pun jarang.. aku terenyuh😐

  • lepenalit

    bagus.. tapi aku terganggu dgn kalimat kedua paragraf pertama: “Selain kunjungan yang bersifat terkait dengan kerjaan kantor.” Itu dihapus aja “yang bersifat” dan “dengan”-nya. Jadi cukup “Selain kunjungan terkait kerjaan kantor.”

    mumpung selo, usil xixixi

  • mikow

    aku bangga jadi orang indonesia🙂

  • Billy Koesoemadinata

    “Sekarang saya tahu, mengapa kalian, orang Indonesia sangat ramah dan penuh senyum. Alam kalian begitu indah”

    *mikir*

  • ipied

    sesungguhnya kalo jadi turis itu pasti saat memasuki dunia baru, suasana baru akan terasa indah, terasa excited dan terasa semua-mua the most. nah lain lagi ceritanya kalo posisinya bukan turis, tapi penduduk setempat.

    yah masalah persepsi sih, masalah posisi jd apa kita hehehe😀

    • emyou

      iya, cuma kalau membandingkan kondisi alam saja di sana dan di sini kan tentu sungguh sangat banyak yang patut kita syukuri. kebayang kalau saya ke italia juga pasti bakal gumunan liat jalanan penuh orang ganteng-ganteng semua hohohoho….

  • theyosodihardjo

    Indonesia, negeri dengan sejuta alasan untuk (masih) bisa tersenyum. Betul?

  • Titiw

    Aaak.. Aku merinding bacanya.. Nice.. Yuk sama2 jadi manusia yang lebih bersyukur..🙂

  • ManusiaSuper

    Kadang bahkan kita lupa hal-hal yang kita anggap wajar di kampung ternyata luar biasa bagi yang lain. Pengalaman, sering heran kalau ada kawan dari luar pulau berkunjung ke Kalimantan pada heboh sendiri dengan hal-hal yang selama ini padahal saya anggap tidak penting😦

    • emyou

      jadi pengen ke naik perahu di bagian depan lagi.. makan soto banjar di warung terapung, borong belanja ke Martapura.. duh kapan ya bisa ke Banjar lagi..

  • Pitra

    Setiap negeri punya karakter beda. Saat warga Palestina datang ke Indonesia, tentu akan merasa melihat sesuatu yang woow.. Apalagi kalau datangnya ke negara yang pendapatan per kapitanya lebih tinggi drpd negaranya sendiri.

    Hihihi, Idem kayak saya dulu datang ke China misalnya, lalu memuji2 alamnya yang bersih, dan infrastrukturnya yang luar biasa. Karena apa yang dilihat di sana terlihat lebih maju daripada yang dilihat di negeri sendiri.

    • emyou

      justru itu kak pit.. selain terkagum karena “ndangak”, ada kalanya kita harus bersyukur dengan apa yang Tuhan anugerahkan pada kita. “ndingkluk” itu cara termudah. melihat mereka yang kondisi negerinya lebih tidak beruntung

  • restlessangel

    tapi aku iri dengan cerita temenku yg lagi belajar di pedesaan di new zealand. dia posting foto, nunggu bis pulang dari kampus sambil berendam kaki di pool isi air hangat, gratis, semua serba bersiiih, ijo, warganya ramah, jalan-jalan malam ato subuh aman, bahkan bersihnya pun sampe ke birokrasi😐

  • okky

    Hiduplah Indonesia raya!
    Setiap baca kalimat itu rasane ati maknyes, adem pengen mewek.

  • aribudiyarto

    Wah, sementara jadi pendamping. Bentar lagi jadi dubes nih…😀

    Salah satu istimewanya orang kita itu, mungkin murah senyum yaa. Jadi mudah juga untuk membangkitkan orang ikut tersenyum, dan bahagia. Apalagi bagi orang yg biasa hidup dengan konflik, tentunya lebih berarti lagi; senyum dah bahagia itu.

    Alam Indonesia yg serba hijau, tentu bagi orang yg biasa hidup di padang tandus, akan terlihat seperti surga.

    Tapi untuk kata2: The Most bla. bla..bla… Itu dalam budaya dan sastra Arab biasa disebut ‘mujamalah’. Memperindah. Ungkapan yg sengaja dilebihkan. Kadang pujian orang Arab terhadap suatu yg baik itu memang agak berlebihan. Kalau kita berkenalan, ditanya asal kewarganegaraan, kemudian kita jawab: Indonesia. Pasti dibilang: Ahsan Nas. Sebaik-baik manusia. Tapi ternyata pujian seperti itu bukan untuk orang kita saja. Tapi untuk semua orang yg baru kenalan. Begitu juga untuk pujian dalam hal2 lainnya.

    • emyou

      Amiiiiin… hahahaha…

      Iya sih, Ri.. tapi melihat binar di mata mereka itu sungguh membahagiakan. mata nggak pernah berdusta kan? jadi kapan kamu pulang ke negeri surga nan hijau ini?😀

      • aribudiyarto

        Boleh.. boleh… Suka main mata yaa… Jadi pandai membaca mata…😀

        Pulang? Lebih cepat, lebih baik…😀 Sedang berusaha untuk secepatnya bisa pulang..🙂

  • Tri

    Di Sebagian tempat asal mereka Ada daerah yg hijau2 jg..kalau disini lbh hijau krn negara kita memang beriklim tropis beda dgn mereka.. di tempat lainnya lalu lintas nya lebih tertib ketimbang disini…

  • elafiq

    rangkumannya udah dibaca dimilis…😀
    *mlayu*

  • dita.gigi

    Indonesia emang negri yang indah kok, walau mungkin sekarang udah banyak kekurangan, pengrusakan, dll.. tapi tetap bersyukur banget terlahir jadi orang indonesia, walau mungkin disisi lain, banyak kekurangannya juga😀

  • lawabiroe

    waw, ini salah satu postingan paling indah yang pernah saya baca! *melu2*

    *buka youtube, muter Indonesia tanah air beta*

  • sabaiX

    Aku juga bersyukur jadi orang Indonesia. Ini salah satu ungkapan rasa syukurku, bikin lagu judulnya INDONESIAKU:

  • christin

    that’s one of the reasons why I moved back to Indonesia. I belong hereeeeeee

    *peluk tugu jogja*

  • fiandigital

    Jadi ngingetin rasa syukur dimana dan kapan saja, tanpa tereduksi suatu hal yang mungkin terekondisi, termasuk saat membaca postingan ini, setiap yang baik akan bertemu dan memperingatkan kebaikan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: