Ketika Pompa Air Kost Mati

Tadi malam. Liyer-liyer menjelang kantuk, pintu kamar diketuk. Rupanya penjaga kos yang membawa kabar duka. Mesin pompa air di kost konslet. Jadi warga kos diminta menampung air secukupnya untuk persediaan hingga pompa air selesai diperbaiki, yang tentunya tak bisa malam itu juga. Saya cuma punya sebuah ember kecil untuk menampung air. Mungkin cukup untuk kebutuhan hingga wudlu subuh. Tapi tak akan cukup untuk mandi pagi. Bisa saja saya bangun sepagi mungkin dan mandi secepatnya sebelum penghuni kos lain mulai beraktifitas. Tapi rasanya tak adil. Setandon air tersisa itu kan hak bersama. Saya toh punya back up plan untuk memenuhi masalah kebutuhan air pribadi saya.

water

Jadilah pagi tadi, beberapa saat setelah sholat subuh, saya sesegera mungkin berangkat ke kantor. Tanpa mandi. Karena justru saya bermaksud untuk memanfaatkan fasilitas shower di toilet kantor untuk bebersih diri. Toh saya akan seharian di kantor. Hal yang sama juga berlaku untuk mandi sore. Semoga saja ketika saya pulang kantor, masalah pompa air sudah akan terbereskan.

Tapi bagaimana jika belum? In that case, berarti saya tinggal mempersingkat durasi saya di kosan dengan lebih lama berada di luar (baca: main). Pilih saja tempat main yang punya fasilitas-fasilitas yang saya butuhkan, dalam hal ini toilet dan musholla. Beruntunglah saya tinggal di Jakarta sehingga pilihan tempat main yang menyediakan fasilitas serupa cukup beragam. Paling mudah sih mall dan pusat keramaian yang banyak berceceran di kota ini. Asalkan saya pulang kosan dalam kondisi sudah bersih, sudah sholat isya’ dan tinggal tidur kan nggak akan terlalu tersiksa berada di kosan dengan pasokan air terbatas. Tentu saja dengan harapan kondisi seperti ini tidak berlarut-larut. Bagaimanapun air merupakan kebutuhan esensial sehari-hari. Jika krisis air ini mencapai tiga hari, mungkin saya sudah akan mulai mencari kosan baru.

*pinjem gambar dari sini


25 responses to “Ketika Pompa Air Kost Mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: