Tentang Wreck It Ralph

“I am bad and that’s good. I will never be good and that’s not bad. There is no one I would rather be than me” -Wreck It Ralph

Pernah gak jengkel cenderung benci sama tokoh antagonis di sebuah cerita, simply karena mereka “the bad guy” di cerita itu? Macam ibu-ibu yang mencubit gemas seorang pemain sinetron sambil bilang “kamu kok jahat banget sih sama si anu (tokoh protagonis dalam sinetron itu)”, tanpa menyadari bahwa sinetron yang ditontonnya itu sekadar cerita. Buatan. Bohongan. Yang jahat ataupun baik dalam cerita itu belum tentu jahat atau baik di dunia beneran. Wreck It Ralph menceritakan tentang the Bad Guys ini. Bukan bad guys dalam kisah sinetron, melainkan bad guys dalam video games.

Jadi ceritanya, ketika sebuah sebuah wahana video game tutup, tokoh-tokoh yang ada di dalam permainan video game dapat istirahat “bekerja” dan menjalani kehidupan mereka sendiri. Mereka juga bisa saling mengunjungi permainan video game lain melalui sebuah stasiun pusat. Tentu saja pagi hari, ketika wahana video game itu buka, setiap tokoh itu sudah harus kembali ke habitat masing-masing untuk kembali “bekerja” sesuai perannya. Ralph adalah seorang tokoh antagonis dalam sebuah permainan video games yang berjudul Wreck It Ralph. Setelah sekian waktu menjalani rutinitas yang sama, Ralph mulai bosan. Apalagi memandang Felix, si tokoh protagonis, begitu bahagia tinggal di penthouse apartemen dengan para warga yang memuja. Sedangkan dia sendiri, jangankan dipuja warga apartemen, ketika permainan mereka berulangtahunpun mereka merayakannya tanpa mengundang Ralph. Hal ini membuat Ralph sedih dan kesepian. Dia juga ingin merasakan penghargaan, dan mendapatkan medali seperti yang diperoleh Felix setiap kali usai melakukan tugas. Mampukah Ralph mendapatkan medali penghargaan yang diidam-idamkannya? Apakah dengan demikian warga apartemen akan dapat menerima dan berbaik-baik kepadanya? Ah you really should watch this movie yourself.

Yang saya suka dari film ini, tokoh-tokoh antagonis tidak disajikan secara hitam putih. Bad guy-pun punya hati, punya keinginan untuk hidup mulia, di balik tampilan mereka yang sangar itu. Saya yang bukan penggemar video game juga terhibur dengan berkumpulnya tokoh-tokoh dari video games yang pernah saya kenal macam Mario Bross, Sonic, Pac-Man, Street Fighter dan masih banyak lagi, pada berkumpul sliwar-sliwer jadi cameo. Belum lagi setting Sugar Rush yang bernuansa pink coklat manis sekali sampai bikin gigi saya ngilu hanya dengan melihatnya. Baru sepulang dari nonton, saya memborong tiga bungkus permen jelly demi memuaskan ngidam setelah sekian tahun nggak makan permen-permen begituan.

*pinjem gambar dari sini dan sini


19 responses to “Tentang Wreck It Ralph

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: