Rumah Dara (Dijamin Tanpa Spoiller)

Pada dasarnya saya adalah penonton film yang menjunjung tinggi ketenangan tidur dan kedamaian dalam hidup saya. Untuk itu, saya biasanya menghindari film-film bertema horor. Thriller sih boleh, tapi slasher macem rangkaian film Saw.. saya lebih memilih untuk melewatkannya. Terakhir saya menonton film horor di bioskop itu beramai-ramai karena ada traktiran ulang tahun dua orang teman. Pocong 2-nya Rudi Soedjarwo. Dan saya sukses selama dua minggu setelahnya tidur dengan lampu menyala.

Tahun 2008, atas promosi seorang teman penggemar film yang saya percayai seleranya, saya menonton kompilasi film pendek yang berjudul Takut. Meski menyebut diri ber-genre horor, tapi karena merupakan rangkaian film-film pendek, tak terlalu masuk hitungan “menakutkan” buat saya. Kecuali satu. Sebuah film karya the Mo Brothers yang berjudul Dara. Bukan horor, sama sekali tak berhantu. Tapi justru sukses membuat saya jejeritan dan keluar studio sambil deg-degan. Bahkan sampai sekarang, melihat Shareefa Daanish berperan konyol dan ceria tetap saja membuat saya waspada dan curiga, lengah sedikit bisa-bisa saya menjadi bagian dari stok dalam freezer-nya. Hiiiiyy…..

Jadilah ketika film tersebut dibuat versi panjangnya yang berjudul Rumah Dara, saya penasaran. Pengen tau seperti apa pengembangan yang dibuat. Tadi malam adalah waktu yang saya pilih untuk menantang diri saya. Bersama Tiwi, seorang teman yang memang penggemar film pemacu adrenalin, saya menuju Plaza Senayan XXI.

Film diawali dengan adegan sesi pemotretan jadul tiga orang anak. Saya masih kalem-kalem saja. Demikian juga ketika disampaikan latar belakang permasalahan keluarga Ladya (Julie Estelle) dan Aji (Ario Bayu Ganteng Sekali Cintaku Mwah Mwah). Baru ketika tokoh Maya (Imelda Therinne) muncul, saya meningkatkan kewaspadaan. Selanjutnya..

ADEGAN

SAYA

Mereka sampai di rumah Maya “Welcome to the grudge”
Maya menawarkan mereka untuk mampir dan mengenalkan pada ibunya “Nah loh.. mulai nih..”
Eko (Dendy Subangil) menyetujui *gemes*
Ibu Dara (Shareefa Daanish) keluar menyapa para tamu “Kok suaranya aneh? Terlalu berat. Ah.. mungkin untuk membedakan rentang umur dengan Dara versi muda di film pendeknya”
Ibu Dara menawarkan mereka untuk makan dulu “Pasti makan steak deh.. tuh kan, bener…”
Adam (Arifin Putra) berkata pada Ladya: “Tadi di luar saya membuat kamu takut ya?” “Iya, sekarang juga”
Satu persatu mulai teler *menaikkan posisi tas di pangkuan untuk menghalangi sebagian pandangan*
Alam (Mike Lucock) tersadar dan mencari teman-temannya “Yah.. kena deh dia”
Maya mengeluarkan pisau dan mulai mengamuk *berlindung di balik tas*
Alam mulai berdarah-darah “Wi, gw keluar aja ya..”
Adam muncul membantu Maya yang dalam posisi terjepit “Ya Wi, gw keluar aja ya..”
Pasangan Aji dan Astrid (Sigi Wimala) mendapati Alam diserang kakak beradik Adam-Maya “Gw tunggu di food court deh. Ya? Ya??”
Aji dan Astrid lari menaiki tangga “Ya Wi, ya??
Kaki Aji tertangkap oleh Adam *kabur meninggalkan studio*

Ya, jadilah saudara-saudara.. saya tidak menyelesaikan film tersebut dan merelakan dua puluh lima ribu rupiah yang saya keluarkan untuk membeli tiket bioskop termubazirkan. Saya lebih memilih tidur nyenyak, makan daging dengan enak, dan hidup tenteram damai sentosa.


41 responses to “Rumah Dara (Dijamin Tanpa Spoiller)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: