Racauan Bandung

Teman-teman terdekat gw pasti tau persis kenapa gw jadi sensitif banget ama kota yang satu ini. Jangankan berkunjung ke sana, cuma sedikit selentingan tentang “Bandung” aja uda harus bikin mereka menabahkan diri dan menerima dengan lapang dada punya temen “sakit” kayak gw.

Minggu lalu gw “disiksa”. Pekerjaan membuat gw harus berdiam lima hari di kota yang berjuluk Parijs van Java. Seharusnya malah enam hari, namun negosiasi dengan bos super baik (tengkyu boss!!) berhasil mengurangi satu hari penderitaan gw.

maksi di warung pasta

teman-teman bandung yang menyenangkan

Sebelum mulai dilemparin botol duit oleh para bobotoh Bandung, it’s just something personal about me and the city. Sepertinya kota-kota romantis seperti Jogja, Malang dan tentu saja Bandung mempunyai tendensi untuk menyeret kita dalam romansa. Akan menyenangkan kalau semuanya berjalan baik dan lancar-lancar saja. Tapi ketika dengan apesnya bertemu tipe penjahat seperti yang gw alami, maka gw cuma bisa bersyukur mempunyai sahabat-sahabat yang selalu siap menyediakan pelukan dan mendengarkan racauan hehehe….

kopdar with Bimas

kopdar with Bimas

Mumpung lokasi bertugas lagi ada di I-Te-Be (yang membuat gw menyesal kenapa waktu itu ga memilih kuliah di kampus banyak pemandangan pria berseliweran inih), gw ga mau melewatkan kesempatan buat berburu kopdar dengan blogger ataupun plurker yang gw tau masi bermarkas disana. Setelah pasang pengumuman di Plurk, jadilah seorang Bimas yang mahasiswa tingkat akhir (semoga ya Bim..) menghampiri gw. Kopdaaaaaarrr!!! Kalo biasanya cuma bisa mentungin via Plurk, kali ini rupanya gw ga tega buat mentung secara langsung.

foto bareng pak Budi Rahardjo

Dewi Fortuna sepertinya memang sedang memayungi gw karena di sore hari terakhir gw di kota itu, gw bersimpangan dengan sebuah wajah familiar yang sebenernya sejak hari pertama di I-Te-Be gw uda liat, hanya saja masi terlalu grogi buat minta foto bareng. Karena malam itu juga gw uda harus meninggalkan Bandung, kalo bukan sekarang kapan lagi, pikir gw. Jadilah gw memberanikan diri buat kenalan sekaligus minta foto bersama pak Budi Rahardjo, salah seorang blogger yang gw kagumi. Hohoho… makasyi pak… Maaf kalo sempet bikin pak Budi bingung, tau-tau ada yang ngajakin foto bareng hehehe…

Bandung memang selalu menyenangkan..*bersiap meracau lagi*


34 responses to “Racauan Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: