Suatu Malam Setelah Green Festival Event

“Fiuuuuuhhh… Untung cuma mimpi”

Tengah malem tadi gw terbangun oleh mimpi buruk. Mencoba merem lagi, tapi bayangan muka-muka menyeramkan di mimpi tadi masi aja bermain-main di pelupuk mata. Gawat nih!! Bisa-bisa gw dapet mimpi buruk bersambung. Pernah ngalamin juga kan?? Begitu kita tidur lagi, alam mimpi berputar lagi seperti sekuel mimpi sebelumnya, macem sinetron aja. Bonus mimpi bersambung mbok ya kalo pas mimpi ketemu Filippo Inzaghi aja, bukan pas mimpi buruk macem gitu.

Akhirnya gw bangkit dari tempat tidur. Membalik bantal (mungkin mitos, tapi yang gw denger si kalo gak pengen mimpi buruk bersambung ketika mo tidur lagi sebaiknya bantal dibalik), nyalain lampu kamar, minum, ngidupin tv, tentunya dengan volume minim asal terdengar ada suara yang “menemani” tanpa mengganggu tetangga. Somehow hal itu membuat gw lebih nyaman. Kondisi yang terlalu hening dan gelap membuat imajinasi gw jadi melantur kemana-mana yang membuat rasa takut (efek mimpi) semakin menjadi.

Gw coba lagi tidur. Belum bisa juga. Rupanya suara lirih pertandingan sepak bola di belahan dunia sana yang tersiarkan lewat tv belum cukup untuk menghalau suara-suara aneh di kepala gw.

Jurus terakhir: mp3 player. Lagu-lagu boysband manis mengalun melalui earphone, membuat gw merasa lebih nyaman, dan gwpun terlelap hingga alarm hape memanggil untuk bangun.

Maap, bumi… semalem gw boros energi. Tapi kalo gak gitu, energi gw gak akan terkumpul cukup sebagai bekal menjalani hari ini.


7 responses to “Suatu Malam Setelah Green Festival Event

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: