Tentang Kost

Apa kesamaan antara tempat kost ama pasangan?? Mungkin sekilas seperti gak ada kaitannya. Tapi beberapa waktu terakhir gw baru nyadar kalo keduanya punya banyak kesamaan.

Beberapa hari ini gw berangkat dan pulang kantor dengan mengambil rute yang lebi panjang dari biasanya. Sengaja gw mili lewat jalan-jalan perumahan kalo perlu menyisiri setiap lajur gang yang bisa gw lewati sambil menuju tempat gw naek metromini sambil ngeliat apakah ada plang bertuliskan “Terima Kost Putri” di depan rumah-rumah yang gw lewati itu. Kalo ada, dan rumah itu terlihat berpenghuni, maka gw akan mencoba masuk dan bertanya tentang kost yang ditawarkan. Kalo itu rumah terlihat sepi, dan terdapat nomor telefon contact person pada plang tersebut, maka gw simpan nomor itu di hape untuk kemudian gw hubungi dan menanyakan pertanyaan serupa.

Pertanyaan yang gw ajuin standar, sampe setengah apal karena selalu mengulangnya setiap kali gw menemukan rumah yang bisa gw jadiin tersangka macem:

  •  Ada berapa kamar yang disewakan?
  • Berapa kamar yang kosong?
  • Kostnya khusus putri atau campur? (karena kadang gw juga mencoba ke rumah yang cuma bertuliskan “Terima Kost”, jadi gak jelas peruntukannya buat siapa)
  • Berapa harganya? (wajib ini mah!!)
  • Fasilitasnya apa saja? (kadang cukup diliat saja langsung wujud kamarnya sih)
  • Apakah harga tersebut sudah termasuk biaya listrik atau tidak?
  • Apabila membawa peralatan elektronik apakah dikenakan tambahan biaya atau tidak?
  • Apakah harga tersebut sudah termasuk cuci/setrika atau tidak?
  • Kalo kamar mandi ada di luar kamar, maka perlu tanya berapa jumlah kamar mandi untuk berapa kamar? Dan apakah penghuni lain beraktifitas (kerja/kuliah) pada siang atau malam hari? Hal ini penting buat menghindari antrian mandi yang panjang yang dapat mengakibatkan kita harus memilih terlambat sampai di tempat kerja atau memotong jam tidur yang berharga.
  • Bagaimana dengan aturan penerimaan tamu?
  • Apakah ada jam malam?
  • Apakah kita diberi akses terhadap pintu depan (pegang kunci sendiri) atau tidak?

Tiga pertanyaan terakhir biasanya baru keluar kalo kita benar-benar berminat terhadap kamar yang ditawarkan. Kalo emang gak tertarik ya ngapain juga tanya detil gitu. Pertanyaan lain juga bisa ditambahkan tergantung situasi yang ada.

Beberapa rumah kost juga memberikan peraturan-peraturan tertentu, seperti ada salah satu rumah kost yang gw datengin menerapkan biaya jaminan kunci dan furniture yang akan dikembalikan ketika kita keluar dari kost itu dengan meninggalkan furniture serta kunci dalam kondisi utuh seperti semula. Ada juga yang mengharuskan biaya sewa satu bulan dibayar langsung lunas pada hari pertama menempati kost tersebut. Dan tidak semua anak kost terkesan mengenaskan seperti digambarkan lagu “Nasib Anak Kost”nya Padhyangan Project, karena hal itu tentu sulit terbayang pada kost yang fasilitas dan harga sewanya mendekati harga sewa apartemen.

Kaitannya dengan pertanyaan awal gw tadi, gw jadi ngerti kalo nyari kost itu ternyata kurang lebih ya kayak kalo kita nyari pasangan. Liat tampilan luar rumah itu dulu, kita sreg ato tidak, available ato tidak, baru kemudian mencari tau detil-detilnya apakah sesuai dengan kriteria yang kita pasang. Faktor X-pun jadi penentu. Ada satu rumah yang kurang lebihnya sesuai dengan kriteria, tapi ketika kita masuk dan melihat kamar kost yang disewakan, somehow ada perasaan gak enak. Gak nemu aja chemistry-nya. Tapi ada juga kamar yang di beberapa hal gak sesuai kriteria, tapi ada perasaan aman ketika membayangkan kita tinggal di situ. Kok jadi kayak perburuan soulmate gitu aja ya?? Apa mungkin karena sama-sama jadi tempat kita bersimbiosis yak??

Ngomong apa sih gw?? Entah.. gw juga bingung.

Oh ya.. Gw belum jadi pindah kost. Sempet ngasi DP tapi tus gw batalin karena kalo gw itung-itung jatuhnya tetep lebi murah kos gw yang sekarang. Toh aernya uda ngalir lagi.

Jadi inget status yang dipasang Pulung di YMnya pagi ini. Sebuah pepatah, ato pantun, ato apalah berbahasa jawa yang cukup mendeskripsikan:

“sandal teklek nyemplung nang kalen, timbang golek luwung balen”


17 responses to “Tentang Kost

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: