Tiga Hari, Tiga Film

Weekend kemaren, berturut-turut tiga hari gw nonton mulu. Hari inipun ada tawaran dari temen buat nonton lagi, yang dengan terpaksa gw tolak, karena gw gak mau jadi bangkrut ketika akhir bulan tiba.

Jumat, gw nonton sendiri “the Warlords” di Plaza Senayan. Sebuah film yang dibintangi oleh Jet Li, Andy Lau dan Takeshi Kaneshiro. Bercerita tentang tiga pria, Jenderal Pang Qing Yun, Zhao Er Hu dan Jiang Wu Yang (nama ketiganya gw lupa-lupa inget, cmiiw) yang mengikat sumpah darah menjadi saudara dalam suasana perang audara pada masa pemerintahan dinasti Qing. Ketiganya bahu-membahu merebut kota-kota penting di tengah intrik politik kerajaan namun kemudian tersandung cinta segitiga yang menjadi ujian persaudaraan ketiganya.

Seperti pendapat beberapa orang yang merekomendasikan film ini ke gw, ini film emang layak ditonton. Kita bisa belajar tentang brotherhood, taktik dan permainan politik, serta skala prioritas dalam situasi perang. Seru deh. Belum lagi akting ketiganya emang TOP abis. Jadi gak cuma liat action-nya ajah, tapi juga ikut larut dalam cerita yang disajiin.

Sabtu gw ngejar film dari Brazil yang gw gak kebagian tiket pas Jiffest kemaren dan kebetulan lagi diputer di Blitz.  Bertiga bareng mbak Indah dan Aji, sempet kena listrik mati pas lagi di dalam lift menuju lantai lhapan tempat Blitz berada yang membuat kita harus naek pake tangga, manual. Daripada parno keabisan oksigen di lift yang penuh sesak, mumpung lift lagi kebuka, mending keluar n pake tangga ajah. But its all worth it.

Judulnya “The Year My Parents Went On Vacation”. Menceritakan tentang Mauro yang dititipkan orangtuanya ke apartemen kakeknya karena mereka harus “berlibur”. Di-drop  di depan apartemen, Mauro menunggu cukup lama di depan pintu hanya untuk kemudian menemukan bahwa kakeknya baru saja meninggal dunia. Mauro kemudian ditampung Shlomo, seorang Yahudi yang tinggal di samping apartemen kakeknya. Disana, Mauro menemukan teman-teman baru dan dengan bersemangat menanti datangnya Piala Dunia 1970 untuk mendukung tim nasionalnya. Alasan lain, adalah karena orangtuanya berjanji akan datang menjemputnya pada saat Piala Dunia. Yang tidak Mauro ketahui adalah, mereka sebenarnya tidak sedang benar-benar berlibur. Orang tua Mauro harus bersembunyi karena pertentangan idiologi dengan pemerintah yang berkuasa.

Sedangkan Minggunya gw nonton “The Golden Compass” bareng Dod di PIM. Studionya penuh banget sampe gw harus rela tengeng di leher gara-gara hampir dua jam nonton dengan posisi kepala miring dan agak mendongak. Gw dapet tempat duduk baris kedua dari depan, agak pojok pula. Uda gitu baris terdepan pun terisi. Mungkin gw salah pilih hari aja yak nontonnya.

 

Diangkat dari novel yang berjudul Northern Lights (yang juga dikenal dengan judul The Golden Compass) karangan Phillip Pullman, film ini membawa kita ke sebuah petualangan bersama seorang anak perempuan bernama Lyra Belacqua. Lyra mendapatkan sebuah alethiometer, sebuah alat pengukur kebenaran yang tinggal satu-satunya, dan dia diwanti-wanti agar jangan sampai alat tersebut jatuh ke tangan orang lain. Ternyata alat tersebut menjadi incaran berbagai pihak, yang membuat Lyra harus melarikan diri dari Mrs.Coultier, bertemu dengan orang-orang Gipsi, bahkan kemudian bersahabat dengan seekor Beruang Es bernama Iorek Byrnisson.

Cerita selengkapnya kalo gw kasi tau disini tar jadi gak seru lagi deh. Buat yang uda baca novelnya, Dod bilang (karena gw belum baca, dan dia uda) setiap peristiwa penting di buku berhasil divisualisasikan di film ini, hanya saja timeline-nya yang agak diotak-atik. Kalo menurut gw, sebagai orang yang langsung nonton film tanpa baca bukunya terlebih dahulu si ini film baik-baik saja. Kalopun ada yang janggal karena perubahan timeline dari yang di buku itu adalah kalo kita memperhatikan peta yang ada, dan mengamati dimana posisi Bolvangar, dan dimana Svalbard berada, kemudian mencocokkannya dengan rute yang dilalui Lyra. Lepas dari itu sih, nggak masalah hehehe…

*gambar nyolong dari sinisini dan sini


6 responses to “Tiga Hari, Tiga Film

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: