Pestanya Bubar!!

Iyah, Jiffest uda selese kemaren. Membuat gw mau gak mau kembali menunggu setahun lagi buat Jiffest 2008.

Dan sesuai request Fiqa, yang ga sempet ikut nonton, kali ini gw mo bikin laporan tentang film-film yang uda gw tonton di Jiffest. Here’s the list:

 Atonement

Film ini menceritakan tentang seorang gadis kecil bernama Briony Tallis yang bersaksi bahwa Robbie Turner telah melakukan pemerkosaan terhadap sepupunya. Tindakannya ini mengakibatkan Robbie ditahan, sekaligus juga memisahkan antara Robbie dengan Cecilia, kakak Brionny. Ketika perang meletus, Robbie dikirim untuk berperang, sementara Brionny dan Cecilia menjadi perawat. Bertahun kemudian, baru Brionny mempunyai keberanian untuk menceritakan peristiwa yang sebenarnya dengan menulis sebuah buku yang dipersembahkan bagi dua orang yang yang saling mencintai, namun harus terpisahkan atas perbuatannya di masa lalu.

Inti yang gw dapet, ga perna terlambat untuk mengatakan kebenaran.

 

Love & Honor (Bushi No Ichibun)

Shinnojo Mimura, seorang pencicip makanan kerajaan, mendadak terkena racun ketika sedang menjalankan tugas yang menjadikannya buta. Dengan demikian, dia tidak lagi dapat bekerja untuk kerajaan. Kayo, istrinya, berusaha untuk mendapatkan bantuan dari seorang pejabat kerajaan karena tidak satupun dari keluarga Shinnojo yang bersedia mengulurkan tangan untuk nafkah mereka. Namun hal ini ternyata menjadi sebuah pertentangan tersendiri bagi keduanya, yang mengharuskan mereka mengambil langkah berdasar cinta dan kehormatan.

Sungguh sebuah drama yang mengharukan. Jepang banget!!

Vitus

Mengisahkan tentang seorang anak bernama Vitus yang memiliki IQ di atas rata-rata, yang membuatnya begitu piawai memainkan piano, dan berakselerasi dalam pendidikan. Dia tau, ibunya berharap banyak kepadanya, tapi dia hanya ingin menjalani kehidupan selayaknya anak seusianya.

Film yang B A G U S ! ! ! Recommended banget!! Adek kecil yang pinter banget itu bisa bikin kita gemes dengan polah tingkahnya, sekaligus merasakan repotnya menjadi orang yang luar biasa.

Elizabeth: The Golden Age

Film sejarah gitu. Kolosal khas film-film perang. Menceritakan tentang Ratu Elizabeth I dalam memperjuangkan negeri dan rakyat yang dicintainya. Dengan intrik politis, perebutan kekuasaan, dan tentunya tentang kehidupan Sang Ratu, sebagai pemimpin kerajaan, ibu bagi rakyatnya, dan seorang wanita.

Cuma punya satu kalimat gw buat film ini: What a woman!!

Please Vote For Me

Film dokumenter tentang pembelajaran demokrasi di sebuah Sekolah Dasar di China. Kelas tiga sedang hendak memilih ketua kelas dari tiga kandidat, Cheng Cheng, Luo Lei dan Xiao Fei (kalo gak salah si…). Dengan perbedaan latar belakang keluarga dan cara pendidikan orang tua masing-masing, mereka melakukan unjuk bakat, debat calon ketua, pidato dan pada akhirnya pemilihan suara.

Menarik sekaligus menggelitik.. Melihat betapa berbeda metode yang mereka gunakan (sesuai arahan orang tua mereka). Mulai cara berpidato, kampanye, menyikapi sebuah persaingan, sampai bagaimana menerima kekalahan dengan besar hati, dengan cara khas anak kelas tiga eSDe tentunya.

S-Express Philippines & Indonesia

Kumpulan film pendek dari Filipina dan Indonesia (pastinya!!). Meskipun penayangannya dibikin beriringan, tapi kualitasnya bener-bener beda deh. Di luar nasionalisme gw sebagai orang Indonesia, tapi film-film pendek karya anak negeri emang JAUH lebi bagus dibanding bikinan negeri tetangga yang satu itu. Pas pemutaran film pendek dari Filipina, yang ada gw bingung, bosen, bahkan tidur. Kualitas gambar n suaranya jadul banget (kecuali satu yang tentang pensil ngegaris sampe abis yang gw tinggal tidur itu). Serasa ngeliat kualitas film jaman Roy Marten masi muda dulu.

Kalo yang film Indonesia, gw angkat jempol deh. Bukan cuma kenikmatan mantenginnya, tapi juga mengenai ide cerita yang diusung. Yang paling gw suka “Harap Tenang Ada Ujian!“. Unik banget!! Tentang seorang adek kecil yang jadi berimajinasi Jepang kembali menjajah Indonesia, yang kebetulan bersamaan dengan peristiwa gempa di Jogja. Salut!! Brilian!! “Trophy Buffalo” juga bagus, mengenalkan kita pada budaya di Sumatera Barat. “Kalah atau Menang” sempet bikin kita bertanya-tanya dan menebak-nebak mereka sebenernya ngapain, tapi seru. Kreatif!! Kalo yang “Still Life“, ngasi kita pelajaran dalam berkomunikasi. Lumayan lah.. daripada yang bikinan Filipina.

6:30

Cerita tentang 24 jam terakhir Alit, sebelum dia meninggalkan San Fransisco setelah lima tahun belum pernah pulang ke Jakarta. Biasa. Datar. Cuma menang di setting yang musti jauh-jauh pake paspor, sama para pemerannya ajah. Gw bahkan ga heran pas di tengah film banyak penonton yang ninggalin studio, dan ga sampe hati buat tepuk tangan di akhir film. Tau gitu gw nonton Anak-anak Borobudur ajah.

The Photograph

Karena tidak mampu untuk membayar biaya sewa kamar yang ditinggalinya, Sita menawarkan diri bekerja tanpa dibayar kepada Johan, sang pemilik rumah yang kebetulan berprofesi sebagai fotografer keliling. Hubungan kedua orang  yang unik ini menjalin cerita yang membuka masa lalu Johan, sekaligus mengubah hidup Sita.

Bagus!! Perpaduan antara budaya Cina dan Jawa, kepercayaan tentang kehidupan setelah mati dan sisi kemanusiaan yang sangat menyentuh. Shanty mendapatkan nominasi FFI 2007 dalam film ini.

Kala

Berkisah tentang Janus, seorang wartawan penderita narcolepsy yang ingin menguak sebuah kasus pembunuhan. Tanpa diduganya, penyelidikannya itu berujung pada sebuah rahasia yang tak boleh dibagi, atau nyawanya sendiri yang menjadi taruhan.

Thriller yang keren, apalagi untuk kategori film Indonesia. Kalo The Photograph gw bilang bagus, maka film ini B A G U S ! ! ! Angkat jempol dah buat Joko Anwar!! Sekaligus bikin gw terheran-heran karena menemukan nama-nama India yang biasa bertebaran di Sinetron dalam credit tile ini film. Lagi tobat kali ya mereka??

The Conductors

Kali ini film dokumenter karya anak negeri yang mengisahkan tentang tiga orang konduktor. Seorang pemimpin orkestra kenamaan, Seorang konduktor paduan suara yang melibatkan seangkatan mahasiswa, dan seorang konduktor suporter sepak bola. Yang terakhir ini yang bikin gw merinding dan bahkan nangis terharu setiap kali melihat scene sekitar 45000 suporter Arema di Stadion Kanjuruhan bergerak dan bernyanyi bersama dalam satu jiwa. K E R E N ! ! ! Lebih menyentuh lagi pas di akhir film terjadi harmonisasi ketiga konduktor dalam lagu Indonesia Raya!!! Hebat deh!! Buat yang penasaran, kata sang sutradara pas sesi tanya jawab seusai film, tar tanggal 23 Januari diputer kok di Blitz. Tonton ajah. Highly recommended, terutama buat para penggemar sepakbola yang menikmati aura stadion, menikmati musik dan punya human interest.

Fiuhh… panjang juga ya?? Padhal baru segini film yang bisa gw tonton. Gimana kalo gw punya waktu dan dana yang tak terbatas buat nonton setiap film yang gw pengen yak??

*Oya.. sori, ga semua bisa gw sertain screenshootnya. Sori juga buat para pemilik yang gambarnya gw colong dari sini, sini, sini, sini, sini, dan sini


5 responses to “Pestanya Bubar!!

  • rozenesia

    Love & Honor (Bushi No Ichibun), endingnya kurang nggreget sih menurutku.😕

  • tukangkopi

    Ayayayay…bulan ini lagi nggak ada bujet buat senang-senang😦
    Huh..iri..

  • fiqa

    tenkyuuuuwwwww… aku nanti bikin pas festival sinema prancis aja yaaah. kalo itu aku jamin aku akan bela-belain nonton. hehehehe. niwei, aku cuma bisa berkomentar tentang 6:30. pilm yang 15 muter langsung gw stop dan ganti pilm lain. pilm mubazir bgt tuh. mubazir adegan. mubazir dialog. mubazir duit. and directed by rinaldy puspoyo. anaknya terdakwa kasus korupsi dan gratifikasi, mantan dirut perum bulog widjanarko puspoyo. apa jangan-jangan tu pilm dibikin pake duit haram yah, makanya jadi ancur gituh. hehehe.

  • cupi

    hi….
    thx udah nulis The Conductors, udah masuk minggu ke 3 di blitz jakarta dan minggu pertama di blitz bandung.
    semoga besok2 kalo saya bikin lagi, kamu masih mau ntn😉

  • emyou

    @rozenesia: Iya juga sih.. seperti maksa buat happy ending. But i enjoyed it anyway..😀

    @tukangkopi: Gw juga hiks…

    @fiqa: Hush!! Jangan keras2 Fiq, tar bisa dituntut pencemaran nama baek loh huahahha… Tapi emang itu film gak jelas banget sih. Jadi gak berminat nonton Claudia/Jasmine. Abisnya yang bikin sama. Gw kapok tertipu lagi hehehe…

    @cupi: Waaaa…. Yakin nih mas Andi Bachtiar Yusuf sutradaranya The Conductors beneran?? Makasyi juga uda mampir di blog gw.

    Selamat ya mas.. Film yang mas bikin emang B A G U S !!! Tentu gw bakal tonton lagi. Bikin yang lebi keren yak…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: