Ocehan Pasca Liburan

Jakarta lagi.

Belum puas rasanya menghabiskan waktu bersama keluarga di kota kecilku tercinta. Tapi mo gimana lagi, liburan uda abis dan uda waktunya kembali bekerja di ibukota yang penuh sesak ini.

Kalo ada yang bilang “Siapa suruh datang Jakarta??” gw jawab “Gw juga ga perna minta kok terdampar di kota ini”. Mala dulu jaman kuliah ketika beberapa temen “janjian” buat cari kerja di Jakarta bareng-bareng (hai jeng Ika.. jeng Anna…) gw sama sekali ga tertarik dan setengah mencibir, ngapain juga nambah-nambahin  arus urbanisasi ke itu kota?? Kayak kerjaan cuma ada di sana ajah. Gw justru lebi pengen kerja di kota yang laen macem Jogja, Surabaya, ato tentunya Malang, my favourite town. Dan gw kena karma. Sementara mereka bisa menikmati damai tenang tenteramnya hidup di kota asal, gw mala harus bergelut dengan polusi dan hiruk-pikuk Jakarta.

Makanya kalo ada yang usul ibukota dipindah, gw pribadi seneng-seneng ajah. Emang si.. bakal high cost banget dan bukan sesuatu yang gampang karena memindahkan pusat pemerintahan juga berarti memindahkan istana negara, kantor-kantor departemen (termasuk kantor tempat gw bekerja qiqiqi….) dan berbagai instansi laennya, lengkap dengan pegawai-pegawainya. Waaaa…. pasti lumayan tuh buat ngurangin kepadatan penduduk di Jakarta.

Tapi itu juga berarti akan banyak gedung-gedung baru yang dibangun di ibukota baru. Demikian pula akan banyak gedung-gedung yang ditinggalkan.

Hmmm…. Jadi ngayal.. Andai aja masi ada Joko Tingkir. Tentu biaya pemindahan ibukota itu bisa diminimalisir. Setidaknya kan ga perlu ninggalin gedung-gedung lama dan ngebangun gedung-gedung baru. Kan tinggal mindah aja gedung yang lama itu ke lokasi yang baru. Mala bisa nambahin ruang di kota ini (di bekas lokasi gedung yang lama) buat ruang terbuka hijau, dibikin taman ato hutan kota gitu. Mala bagus kan buat kelangsungan hidup bumi kita?? Biar gak terlalu banyak ngerugiin warga setempat, pindah aja ibukota ke pulau yang masi banyak tanah luas dan penduduknya masi sedikit, macem Papua. Kan seru tuh, memulai segala sesuatunya di sana. Langitnya masi biru, alamnya masi asli (ngiri banget pas liat film Denias). Dengan begitu kan perkembangan ekonomi dan pembangunan di sana bisa terpacu. Ngayal banget gak sih??

Kenapa Joko Tingkir?? Karena menurut cerita, pada masa pemerintahannya dia mindahin kerajaan Demak ke Pajang. Entah gimana caranya, yang jelas sebagai orang asli Demak, sampai sekarangpun gw masi gak tau dimana istana kerajaan Demak dulunya berada. Gak ada bekas-bekas reruntuhan bangunan bekas istana atau wujud fisik apapun yang patut dicurigai sebagai bekas istana yang nampak di sana. Sepertinya istana itu dipindahin begitu aja, literally. Meski om wiki berkata laen. Tapi gw lebi suka berimajinasi kalo si Joko Tingkir ini melakukannya secara ajaib dengan bersimsalabim dan istana itupun lenyap, berpindah ke Pajang. Sepertinya lebi… keren dan penuh misteri ajah hehehe…


One response to “Ocehan Pasca Liburan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: