Opera Jawa

Setelah sekian lama penasaran dengan film ini, akhirnya semalem nonton juga. Sempet ketinggalan waktu diputer di Jiffest, gara-gara jam tayangnya pas gw masi di kantor. Untung film ini tus diputar lagi serentak di 4 kota: Jakarta, Bandung, Semarang dan Jogja.

Sebelum berangkat si sempet kepikiran dan menyiapkan diri untuk berhadapan dengan sebuah film serius yang mungkin akan memaksa dahi sedikit berkerut untuk memahaminya. Secara, ini film masuk nominasi berbagai festival internasional seperti Toronto Film Festival, London Film Festival dan Venice Film Festival, selain tentunya Festival Film Indonesia. Ternyata sama sekali tidak saudara-saudara!! Film mengalir dengan indah dan gw sangat menikmatinya. Garin emang T-O-P deh dalam hal meramu komposisi yang indah.

Ini film lebi kayak teater yang difilmkan. Dialog antar pemain dilantunkan dalam tembang-tembang jawa, yang herannya bukan cuma dalam dialek Solo-Jogja-an, tapi sampe dialek Tegal pun ada. Uda gitu kostum pemain-pemainnya bisa mewakili kebhinnekaan budaya Indonesia. Bukan cuma pakaian adat Jawa, tapi dari Sulawesi, Bali, sampai Papua. Bener-bener kombinasi pemandangan yang membuat kita sadar betapa kayanya budaya negeri kita. Settingnya juga bagus banget. Bikin bangga jadi orang Indonesia dengan keindahan alamnya.

Film ini bercerita tentang Kisah cinta segitiga antara Siti (Artika Sari Devi), Setyo (Martinus Miroto) dan Ludiro (Eko Supriyanto) dalam kehidupan masyarakat masa itu, yang sarat dengan berbagai problematika ekonomi, sosial bahkan politik.

Hal lain yang membuat film ini sangat berkesan buat gw adalah betapa film ini mampu merubah sudut pandang gw tentang tokoh-tokoh dalam kisah Ramayana seperti yang tersimbolisasi dalam film ini. Sinta yang direpresentasikan oleh Siti, bagaimanapun adalah perempuan biasa yang ingin disayang, dipuja dan dimanja. Namun kesetiaannya, jangan pernah diragukan. Karena sebagaimanapun dia tersanjung oleh apa yang dilakukan Rahwana untuknya, dia tetap setia pada Rama, suaminya. Sedangkan Rama, yang disimbolkan oleh tokoh Setyo, adalah lelaki konvensional yang egosentris, pemarah dan cemburuan. Jangan sampe deh punya suami kayak gitu hiyyy… Justru Rahwana, dalam sosok Ludiro, dibalik sosok garangnya adalah pria yang romantis, pencinta, anak mama, dan bukan pemaksa. Nah kalo gitu kenapa Sinta gak jadi ama Rahwana aja, kok mala ama Rama?? Ternyata saudara-saudara.. Mereka beda agama. Kalo keluarga Rama kan Hindu, sementara Rahwana itu Katolik. Loh kok bisa?? Ya tonton aja filmnya.

Terlepas dari interpretasi ngawur gw tentang alur cerita film ini, ini film emang layak tonton. Akting para pemerannya mantap. Emang si.. lipsync-nya Artika keliatan banget. Tapi mungkin emang itu yang terbaik daripada maksa Artika nyanyi beneran kalo hasilnya mala ngaco itu film hehehe…

*pinjem gambar dari sini dan sini


7 responses to “Opera Jawa

  • adjik

    interpretasi ngawur tu maksudnya pas gambar terakhir itu ya pa? hehehehe….

  • ZeAL

    Cih..!! Aku pikir Rama & Rahwana itu homoan…

    Ah.. gak seru nih berarti film-nya.. Terlalu mudah ditebak..
    Aturan, dibikin gimanaaaa gituh..
    Misalnya si shinta shock mendengar suaminya homo dan akhirnya shinta ganti kelamin jadi santo..
    Atau misal si rahwana kena AIDS karena keseringan “tugas” di taman lawang.
    Atau apalah gitu..

  • emyou

    @adjik: HUSH!! kalo yang itu jangan bilang-bilang. saru!!

    @ZeAL: huahahaha….dasar!!Justru nggak lah… The very end-nya belum gw ceritain. Film ini nyuguhin sesuatu yang berbeda aja dari cerita Ramayana yang uda biasa dikenal.

  • ZeAL

    Buntut ceritanya blom diceritain lengkap tho.. Saru??
    Hmm.. Jangan bilang kalo di akhir film malah jadi threesome gituh..!!!

    Wooowww…!!

  • teeweeq

    Duuh diajeng ulpha, kula satuju sanget lan kulo maturnuwun sanget amargi panjenengan saguh paring pitutur menawi wonten film puniko lumantar wonten ing blitzmegaplex lan mbonten bade lumantar malih sanesing dinten menika.
    Kulo mraos remen sanget mrisani film puniko, mrisani ngresepi lan mangertosi ndek ing nduyo meniko ta sih kathah craosan ing wingkingipun pitutur..
    Njeh cekap samanten, amargi kulo sampun njudek pados kata-kata :p
    Intine : AKU MAU NONTON LAGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII

  • evelyn pratiwi yusuf

    Lam kenal😉
    Wah blogmu membuat mataku yang sudah berkacamata ini menjadi agak sakit😉
    Film ini nggak main di semua kota lho.
    Surabaya aja nggak ada.
    Mau liat bingung, jadi mesti nyari DVD di rental.
    Mau pinjem takut ada pemeriksaan di jalan.
    BTW opera jawa adalah film cool yang berani menentang selera pasar yang mintanya love melulu.

  • emyou

    @ZeAL: Huuuu…dasar!! :p

    @teeweeq: Kulo ugi purun nonton film punika malih🙂

    @evelyn pratiwi yusuf: Salam kenal juga. Berhubung yang protes bukan cuma dirimu, iya deh.. gw ganti theme-nya. Ini film emang keren bangetttt sayang pemutarannya terbatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: