Save My Ear, Please….!!!

Beberapa hari ini berada di kost sebelum jam tidur tiba jadi siksaan tersendiri buat gw. Sala satu penghuni baru kos gw yang sialnya berposisi tepat di sebelah kamar gw punya kebiasaan yang bikin gw pusing. Ga tau kenapa dia hobi banget nyetel housemusic keras-keras. Keras disini dalam artian kalopun lu nutup itu telinga pake tangan atopun bantal suaranya masi bakal kedengeran. Serasa lagi ada di manaaaa gitu. Uda gitu lagu yang diputer berulang-ulang, yang gw curiga merupakan lagu favoritnya, adalah… “Kucing Garong” dan “SMS”. Ampun banget dah!!

Selama ini gw selalu memproklamirkan diri sebagai penikmat musik. Any kind of music. Mo pop, rock, alternatif, dangdut, R&B, klasik, keroncong..apapun deh.. kecuali underground. Gw bener-bener ga bisa nikmatin tipe musik yang satu itu. Kayak orang ngomel ngamuk gak jelas. Perna pas nonton konser di Malang, kebetulan di antara band-band yang tampil ada satu band underground. Dan gw dengan suksesnya tidur…. baru bangun lagi setelah giliran /rif yang perform.

Tapi rupanya gw harus menambahkan satu jenis musik lagi di deretan “kecuali” itu, yaitu housemusic. Efek yang ditimbulkan bener2 ga bisa gw tahan. Pusing gw dengernya. Literally.. I got a headache. Bahkan ketika waktu memasuki jam sembilan malem, dan sang tetangga dengan sopannya menurunkan volume musik yang bikin gw pusing itu, gw masi belum juga bisa tidur karena suaranya masi rembes lewat tembok kamar.. Aaarrrggghhhhh!!!!

Jadilah gw mulai tidur dengan tangan menutup kuping. Berharap musik itu segera berhenti dan membiarkanku damai di alam mimpi.


2 responses to “Save My Ear, Please….!!!

  • third

    wah..ulf…malang nian nasibmu…
    tidur di dalem kamar salah tidur di luar kamar juga salah….
    mungkin loe juga bisa memperdengarkan lagu keroncong..dengan volume suara yang kerasssssssssssssssssssss….kan bisa jadi duet
    keroncong feat. underground…
    mungkin bisa diterima di masyrakat transisi sekarang ini…

  • Speechless « never mind..it’s just me

    […] dan keluarga ibu penunggu kost. Sesampai di ujung tangga musik berdentum-dentum itu terdengar lagi. Haduhhh.. ampun […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: