Category Archives: pengalaman

Tentang Soundtrack Penyelamat Tugas Akhir

Seharian ini sambil bekerja, saya mendengarkan kembali dua album awal Josh Groban. Judulnya “Josh Groban” (2001) dan “Closer” (2003). Ingatan saya langsung melayang pada masa-masa saya mengerjakan skripsi. Dua album inilah yang ketika itu menjadi teman setia saya dalam proses pengerjaan tugas akhir tersebut. Thanx to Tina, temen sekos pada masa itu yang memperkenalkan Josh Groban ke dunia saya.

Selain suara dan lagu-lagunya yang memanjakan telinga, saya sangat terbantu dengan penggunaan berbagai bahasa dalam dua album itu. Sudah menjadi kebiasaan saya untuk turut sing along ketika mendengar lagu yang bisa ikut saya nyanyikan. Apalagi kalau saya memahami arti lirik lagu itu, yang ada justru saya akan larut dalam kisah yang dibawakan. Sejauh ini bahasa asing yang saya pahami baru bahasa inggris. Padahal di album-album itu juga terdapat lagu-lagu yang berbahasa italia dan spanyol. Jadilah pada lagu-lagu ini hanya telinga yang saya fungsikan, sedangkan segmen otak divisi bahasa dan kata-kata terhubung pada skripsi. Kebayang kalo saya bisa ikut sing along semua, bisa-bisa skripsi saya nggak kelar-kelar.

Demikian pula ketika mengerjakan thesis. Ketika itu demam K-Pop sedang melanda, sehingga sangat mudah menemukan lagu-lagu yang catchy di telinga meski saya tak juga mengetahui maknanya. Memang sengaja tidak mencari tahu juga, biar lagu-lagu itu hanya selintas lewat sebagai musik pengiring saja. Tapi nggak spesifik juga ketika itu lagu siapa saja.

Selain tugas akhir, tentu masih banyak lagi musik-musik yang menjadi soundtrack berbagai kisah lain. Tapi lain kali saja saya cerita. Kalau kamu gimana? Lagu apa yang menjadi soundtrack kisahmu yang mana?

 

*postingan ini dibuat setelah mendapati ucapan Happy Anniversary dari WordPress atas tujuh tahun saya ngeblog di sini. Dan masih akan berlanjut lagi. :)


Nostalgia Doa

Ada sebuah tradisi yang berlaku di sekolah swasta islam tempat saya menuntut ilmu. Di kelas, sambil menunggu guru datang, biasanya para murid bersama-sama mendendangkan syi’ir ini. Waktu itu saya asal ikut “menyanyi” begitu saja. Sekadar bagian dari ritual. Baru tadi ketika salah seorang senior membahasnya di newsfeed facebook, saya menyadari bahwa syi’ir ini merupakan do’a sebelum belajar yang sangat indah sekali.

D o a  S e b e l u m  B e l a j a r 

 

سَأَلْتُكَ رَبِّ صِحَّةَ القَلْبِ وَالجَسَدْ * وَعَـافِيَةَ الأَبْدَانِ وَ الأَهْلِ وَ الوَلَدْ

وَطُوْلَ الحَياَةِ فِي كَمَالِ اسْـتِقَامَةٍ * وَحِفْظًا مِنَ الإِعْجَابِ وَ الكِبْرِ وَحَسَدْ

وَ رِزْقاً حَلاَلاً وَاسِعاً غَـيْرَ نَاقِصٍ * يَكُوْنُ لَناَ عَوْناَ عَلَى مَنْهَجِ الرَّشَدْ

وَعِـلْمًا مُبَارَكاً بِهِ أَفْهَمُ الكُتُبْ * وَ رُؤْياً سَدِيْدًا يَنْفَعُ الأَهْلَ وَ الوَلَدْ

وَ أَمْناً مِنَ البَلاَءِ وَ الهَوْلِ وَ الفِتَنْ * ِلأَوَطَانِنَا وَ عِصْمَةً مِنْ ذَوِي الحَسَدْ

وَحُسْنَ أَدَاءِ لِحُقُوْقِ جَمِيْعِهَا * عَلَى مَا تُحِبُّهُ وَ تَرْضَاهُ يَا صَمَدْ

وَ أَكْثِرْ لَنَا تَوَابِعَ الحَقِّ وَ الهُدَى * مِنَ الأَقْرِباَءِ وَ البَعِيْدِيْنَ وَ الأَبْعَدْ

بِفَضْلِكَ يَا رَحْمَنُ ياَ مُحْسِنَ الوَرَى * بِجَاهِ النَّبِي المُصْطَفَى خَيْرِ مَنْ سَجَدْ

عَلَيْهِ صَـلاَةُ اللهِ ثُمَّ سـَلاَمُهُ * وَ الآلِ وَ الأَصْحَابِ وَ مَنْ لِلْعُلَى قَصَدْ

 

Sa-altuka Rabbi shihhatal qalbi wal jasad * wa ‘afiyatal abdani wal ahli wal walad

wa thulal hayati fi kamalis-tiqamati * wa hifzhan minal i’jabi wal-kibri wal-hasad

wa rizqan halalan wasi’an ghaira naqishin * yakunu lanaa ‘aunan ‘ala manhajir-rasyad

wa ’ilman mubarakan bihi afhamul kutub * wa ru’yan sadidan yanfa’ul ahla wal walad

wa amnan minal bala-i wal-hauli wal-fitan *  Li-awthanina wa ‘ishmatan min dzawil hasad

wa husna ada-i li-huquuqi jamii’iha *  ‘ala ma tuhibbuhu wa tardhahu Ya Shamad

wa aktsir lana tawwabi’al-haqqi wal huda * minal aqriba-i wal-ba’idina wal-ab’ad

bifadhlika Ya Rahmanu Ya Muhsinal Wara * bijahin nabiyyil mushthafa khairi man sajad

‘alaihi shalatullaah tsumma salamuhu * wal ali wal ash-haabi wa man lil’ula qashad

 

Kepada-Mu wahai Tuhanku aku memohon: kesehatan lahir dan batin, serta kesentosaan diri, anak dan keluarga..

dan panjang umur dalam keistiqamahan yang sempurna serta terjaga dari sifat ujub, sombong dan dengki..

dan rizqi yang halal, lapang tanpa kurang, yang menjadi penolong kami dalam (menempuh) jalan petunjuk-Mu..

dan ilmu yang berkah yang dengannya akan kupahami kitab-kitab, serta pengetahuan yang berguna bagi anak dan keluarga..

dan kesentosaan negeri kami dari bala’, marabahaya dan fitnah dari para pendengki

dan kemampuan menunaikan hak dengan sebaik-baiknya, di atas (jalan) yang Kau sukai dan Kau ridhai

Perbanyaklah (kemauan dan kemampuan) bagi kami untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk yang berasal dari kerabat, baik yang dekat maupun jauh.

(Aku bertawasul) dengan keutamaan-Mu, Wahai Dzat yang Maha Pengasih dan Maha Pemberi kebaikan pada makhluk-Nya, serta dengan (kemuliaan) nabi pilihan yaitu sebaik-baik orang yang bersujud (pada-Mu).

Semoga kasih sayang dan kesejahteraan dari Allah senantiasa tercurah bagi beliau, beserta keluarga dan sahabat beliau, juga orang-orang yang mengharapkan keutamaan.

 

Entahlah apakah tradisi ini masih dilangsungkan. Semoga demikian. Dan saya turut mengaminkan.


Disiplin Lalu Lintas di Sabang yang Menakjubkan

Masih bercerita tentang liburan lalu di Pulau Weh, tempat kota Sabang berada, satu hal saya temukan cukup menakjubkan. Not in a good way, tapi secara harfiah benar-benar membuat saya takjub. Hal itu terkait disiplin lalu lintas di sana.

Selama di Sabang, saya dan teman-teman memang sengaja menyewa kendaraan untuk alat transportasi. Karena baru memesan pada waktu yang sudah mepet dan sedang peak season, jadilah kami hanya mendapatkan mobil saja tanpa sopir. Untunglah ada yang bisa nyetir (dadah-dadah ke Alyak) jadi kami manfaatkan kesempatan ini buat bertualang beneran lengkap dengan sesi nyasar dan berputar-putar setiap kali beperjalanan baik berangkat maupun pulang ke penginapan (mengangguk takzim kepada eRJe yang kemampuan spatial recognition-nya baru dipercaya pada hari terakhir kita di sana).

Pengalaman road trip di sana membuat kami terbengong-bengong dan ketawa miris melihat tingkah laku berlalu lintasnya. Baaaaanyak banget pengendara motor yang tidak mengenakan helm. Lampu kendaraan juga tidak menyala, bahkan ketika malam dengan kondisi minim penerangan jalan. Lebih ajaibnya, mungkin karena traffic yang tidak padat, pengendara motor di sana bisa sewaktu-waktu berbelok atau putar arah begitu saja tanpa peringatan apapun sebelumnya. Bahkan kami yang sudah terbiasa melihat kelakuan bajaj di ibukotapun takjub melihatnya.

Lebih hebat lagi melihat bagaimana mereka bisa parkir di badan jalan. Trus ditinggal begitu saja. Kadang dengan kunci masih menempel. Iya sih, pulau Weh tak seberapa padat, pasti repot dan ketahuan kalau ada yang berniat jahat mau mencuri. Tapi hambok ya minggir dikit. Beri kesempatan pengguna jalan lain untuk lewat dengan nyaman di jalan yang cuma satu atau dua lajur. Tidak hanya motor, hal ini juga berlaku buat parkir mobil. Salah satunya, saking amazed-nya berhasil difoto oleh Wenny.

Image

parkir ajaib

See? Pengemudi mobil hitam ini dengan tanpa dosa membiarkan separuh bodi mobilnya melintang di jalan. Ajaib lah pokoknya..

Jika “beruntung” perjalanan kalian juga akan semakin berkesan dengan adanya “anak nongkrong” yang nyegat di tengah jalan.

Image

“preman” penguasa perempatan jalan

Mau merasakan sendiri sensasi ketakjuban yang kami alami? Yuk main ke Sabang!

 

*photos courtesy of Alyak and Wenny


Labirin Blok M

Waktu itu hari Sabtu, dan saya baru sadar kalau agenda yang saya rencanakan ternyata masih minggu depan. Sayapun mulai mencari-cari acara agar wiken ga nganggur di kost begitu saja seperti orang tak berguna. Mulailah saya memantau grup yang berisi teman-teman sesama perantau di ibukota. Kebetulan sedang ada tawaran untuk nonton The Raid 2 yang saya penasaran tapi ga berani buat menontonnya sendirian.

Akhirnya A, B (saya) dan C  sepakat buat nonton bareng. Jam 12.30, di Blok M Plaza. Si A yang tiba duluan membelikan tiket untuk bertiga. Tak lama si B datang. Akan tetapi si C tak muncul hingga pengumuman film di teater 1 telah dimulai. A dan B kemudian masuk ke studio terlebih dahulu dengan menitipkan tiket si C kepada mbak penjaga pintu. Pembicaraan berikutnya masih berlangsung di grup, antara A dan C. Karena B tentu saja tak mau menyentuh gadget lagi begitu film dimulai.  (pembicaraan diedit seperlunya)

A: C! Udah sampe mana? di A12. Studio 1.

C: Lagi di lift.

A: Langsung masuk aja.. Tadi dititipin mbaknya yang jaga. Mbaknya cakep.

C: Bioskop berapa, A?

A: 1. Saaatuuuu

C: Yang jaga mana? Ga ada.

A: Ya udah masuk aja

C: Blok M kan, A?

A: Iya.. Blok M plaza.

C: Kok filmnya beda ya hahaha

A: Studio 1, C. wah jangan-jangan di Blok M Square.. The Raid 2 Berandal

C: A, lo ga ada

A: Blok M Plaza

C: Salah studio kali. Ini udah A12

A: Lho? Filmnya apa?

C: The raid kan? Coba lo berdiri

A: A itu di atas

C: Iya tau. Lo berdiri coba

A: Ogah ah

C: Hahaha sial.. Ini sama-sama the raid

A: A12 studio 1 Blok M Plaza

C: Jirutttt Blok M Plaza ama Mall beda ga?

A: Ya beda atuuuuh

C: Sial.. ini tempat duduknya siapa? Kosong tak tempatin. Sama-sama The Raid wakakakakaka … Tadi mbaknya bilang ada 2 orang cowok cewek nitipin tiket juga. Mbuh tiketnya siapa yang ta pake ini. Tempatnya banyak yang kosong.

Jadilah ternyata, si C itu salah gedung. Dia nonton di Blok M Square. Padahal A dan B nonton di Blok M Plaza. Kedua bioskop memutar The Raid di Studio 1 pada jam yang hampir bersamaan. Si C bisa masuk studio karena seperti halnya A dan B yang menitipkan tiket pada mbak penjaga pintu studio Blok M Plaza, dua orang cowo-cewe juga menitipkan tiket untuk temannya di Blok M Square. Entah siapa yang mungkin jadi tertahan di depan pintu studio karena jatah tiketnya digunakan si C.. Maafkan teman saya ya…

Area Blok M yang ramai crowded dan banyak pusat perbelanjaan memang kadang bisa membingungkan seperti labirin bagi orang yang belum terbiasa. Momen salah gedung seperti tadi bukan hanya sekali dua kali saya alami, tapi ya tak urung maklum juga.. Untuk lebih mempermudah, begini deh posisinya di gugelmep:

BLOK M

Selain Blok M Plaza dan Blok M Square seperti tampak dalam peta di atas, masih ada Pasaraya Grande di kanan Blok M Square (samping pintu keluar Terminal Blok M), Blok M Mall di atasnya (posisi di bawah tanah sejajar terminal Blok M), dan Melawai Plaza di bawahnya (samping belakang Pasaraya Grande). Bingung, bingung deh..


Tentang Iklan Nyebelin Yang Mengganggu Kenikmatan Saya Menonton Bioskop

Baru saja saya akhirnya sempat buat nonton Dallas Buyers Club di Plaza Senayan XXI. Film bagus yang memang layak dua pemerannya, Matthew McConaughey dan Jared Leto, untuk memenangkan penghargaan Academy Awards. Tapi ada satu hal yang mengganggu kenyamanan saya menonton.

Sebelum film diputar, seperti biasa ada trailer film-film yang akan segera masuk bioskop. Tak jarang juga ada iklan yang ditayangkan. Seringkali iklan event-event terkait perfilman, pendidikan, atau properti. Namun tadi, terdapat dua iklan salah satu bakal calon presiden yang sumpah malesin banget dan membuat saya berencana untuk tidak nonton bioskop dulu hingga berakhir pemilu.

Saya nonton bioskop itu di antaranya untuk melarikan diri dari dunia nyata, dan memasuki dunia yang diciptakan oleh para creator film. Karenanya saya benci sekali gangguan sekecil apapun ketika saya sedang nonton bioskop. Apapun. Ada cahaya gadget menyala aja pengen saya timpuk pake sepatu, apalagi yang sampe nerima telfon ngobrol di tengah pertunjukan. Eh lha kok malah disodori iklan kampanye bakal calon presiden yang kalo nongol di tv saja saya langsung ganti channel. Buat apa saya bayar tiket bioskop mahal-mahal kalo malah dijejali hal yang biasa saya hindari? Mending juga nonton donlotan, ga pake bayar.


Pictures of Time

Siang itu bersama seorang sahabat, saya melihat kembali foto-foto lama. Melihat metamorfosa dari waktu ke waktu, dia bertanya “Tahun berapa ini? Kok sepertinya beda banget. Apa yang terjadi antara waktu itu dan sekarang?”.

Saya tercenung. Memang tampak kontras antara perempuan yang tertangkap dalam gambar-gambar itu, dan yang sedang duduk menyesap kopi hitam di sampingnya. Banyak hal terjadi di antara masa-masa itu yang menempa.

Jadi apa saja?

Mungkin seperti kata Summer dalam (500) Days of Summer..

“..what always happens. Life.”


Diproteksi: “Sayang”

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 76 pengikut lainnya.