Arsip Penulis: emyou

Tentang Imam*

Seorang laki-laki muda duduk bersimpuh di atas sajadah ketika saya memasuki musholla sebuah kedai kopi. Setelah saya selesai mengenakan mukena pun lelaki itu masih duduk diam di tempatnya. Saat dia menengok ke arah saya, saya beranikan bertanya.
“Mas sudah sholat?”
“Belum. Saya nunggu adzan selesai”, jawabnya.
“Mau jadi imam saya?”
Seketika wajahnya memerah dan sikapnya menjadi kikuk. Perlu beberapa detik untuk saya tersadar, kemudian meralat pertanyaan.
“Mau sholat asar kan? Mau jama’ah?”
Baru kemudian dia mengangguk dan berdiri untuk mulai sembahyang. Saya, di belakangnya, susah payah untuk khusyu sambil menahan tawa.

*pemimpin sholat, bukan nama orang.


Tentang Panggilan

Wiken lalu, di tengah deras hujan yang mengiringi perjalanan pulang dari Jogja, kawan perjalanan saya berujar “Saya suka dipanggil “mas”. Sudah biasa aja. Di rumah dipanggil “mas”, di keluarga besar juga sudah biasa dipanggil “mas”. Ulfa suka dipanggil apa?”. Saya terdiam sejenak. “Apa ya?” saya pun mulai mengingat-ingat.

Selama ini tidak pernah ada panggilan spesifik yang disematkan pada saya. Selain nama yang memang saya sandang tentunya. Dulu, ketika masih eSDe, saya malah suka marah kalau ada yang memanggil selain dengan nama saya. Namun semakin ke sini, bertemu lebih banyak orang, terlibat dengan mereka, saya semakin bisa menerima berbagai variasi panggilan yang justru menunjukkan tingkat kedekatan. Apalagi dengan berbagai cara komunikasi yang memungkinkan sekarang ini, yang tidak selalu menghadirkan sosok lawan bicara ke hadapan. Bisa dalam bentuk suaranya saja, bisa juga tulisan. Ragam panggilan itu malah jadi semacam cara identifikasi pribadi, kalau yang saya hadapi memang benar orang itu. Ya.. bisa aja kan tubuh atau akunnya digunakan orang lain, atau hantu, atau alien, atau agen rahasia yang menyamar, atau robot yang ingin menguasai dunia……. *halah mulai dah*

Saya masih ingat, panggilan selain nama yang pertama bisa saya terima itu dari temen-temen geng jaman SMP. Mereka menyebut saya dengan inisial: MU, yang kemudian saya gunakan dalam pemilihan nama blog ini, Emyou. Saya suka panggilan itu. Simple dan menyesatkan hahahaha… Orang bisa mengira saya penggemar tim Manchester United. Padahal tidak. Sama sekali hihihihi…. Panggilan lainnya, dan siapa yang memanggil? Hmm… kalau saya ungkap semua gak bisa jadi password identifikasi lagi dong. Yang jelas di antaranya ada M, Pla, Empah, Pah, Dek, Ca, C, B, Luv……….. *kemudian hening*

Jadi kamu suka dipanggil apa? :)

*pinjem gambar semena-mena dari sini


Tentang Hi5teria

ImageSebuah peristiwa langka terjadi. Saya, yang biasanya paling ogah nonton segala jenis film yang berpotensi merusak kedamaian hidup, kemarin nekat untuk nonton Hi5teria. Tentu saja tidak sendiri, saya berhasil membujuk teh yeny untuk turut serta menonton film ini. Puji Tuhan Penguasa Semesta Alam sore itu studio tempat kami menonton tidak sepi. Kira-kira setengah dari bangku-bangku yang ada di studio terisi penonton.

Hi5teria merupakan kumpulan dari lima film pendek, dengan setiap kisah yang berdiri sendiri. Ceritanya beda, pemainnya beda, sutradaranya juga beda. Usai satu kisah, kita langsung dibawa memasuki kisah berikutnya. Tegang estafet.

Diawali dengan “Pasar Setan”, kisah seorang perempuan bernama Sari (diperankan oleh Tara Basro, yang jadi adeknya Ario Bayu di Catatan Harian Si Boy. Segala yang terkait Ario Bayu saya rasa penting untuk disebutkan. Dilarang protes!)  yang terpisah dari pacarnya, dan tersesat di gunung. Setelah putus asa berputar-putar di tempat yang sama, akhirnya dia bertemu dengan Izul, pendaki yang terpisah juga dari rombongannya. Tapi ya tetep aja mereka muter muter muter di situ-situ aja. Continue reading


Steal Back Mine

Found this music video in a friend’s facebook news feed. And I smiled. Yes I can steal back mine. That’s what matters, right?

 

Continue reading


Farewell Big Bozz

Sebuah kabar duka sampai melalui pesan singkat yang dikirim adik saya semalam. Kyai Munif Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Queen Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, telah berpulang. Terakhir sowan ke Kediri, beliau sudah dalam kondisi sakit. Sakitnya sudah lama, bahkan sejak saya masih tinggal di Jakarta.

Jika posisi sebagai pengasuh pesantren dan sebutan Kyai terdengar kuno dan konvensional, but if you met him.. you’d change your mind. Seperti halnya almarhum Gus Miek, kakaknya, Gus Munif juga dikenal dengan tampilannya yang modern. Tapi lebih penting lagi, pola pikirnya sangat visioner, moderat dan open minded.

Dengannya saya bisa cerita apa saja, termasuk tentang pacar-pacar yang ketika itu tidak bisa saya ceritakan pada orang tua (I’ve known him since I was in high school). Dia selalu percaya kalau saya bisa meraih apapun, dan encourage untuk menjadi lebih dari saya yang sebelumnya. Kalau bukan karenanya mungkin saya tak akan menjadi seperti yang sekarang ini. Dia membebaskan, sekaligus menjaga agar tidak keluar jalur. Seorang sahabat, penuntun, dan sosok yang sangat saya hormati.

Saya biasa menyebutnya Big Bozz. And he’s the coolest guardian ever!

*gambar dipinjam semena-mena dari sini


2011 (+January) in a playlist

Sudah sangat terlambatkah untuk menulis tentang kaleidoskop tahun lalu? Biarin! Baru pengennya sekarang kok. Wekk… :p

Seorang bijak di kopdar jakarta pernah berkata:

ada curcol di setiap #nowplaying.

Saya tak akan menyangkal. Justru sepertinya daftar lagu pilihan yang diputar atau dinyanyikan pada setiap karaoke itu cukup relevan untuk bercerita tentang apa yang terjadi, dialami, dan dirasakan pada masa itu. Dan sepanjang 2011, lagu-lagu ini yang menemani saya terhitung mulai april*. Cerita yang ada di baliknya, biar saya simpan sendiri saja. :) Continue reading


Lagi

Dan lagu inipun kembali menjadi lagu kebangsaan.

 

*sigh*


Addictive Distraction

Saya tau, seharusnya pada masa ini, fokus saya tertuju penuh pada tugas akhir. Deadline semakin dekat. Dan saya tidak mau bayar sekolah sendiri. Karena sekolah S2 ini sungguh mahal sekali.

Namun apa daya, saya hanya manusia biasa. Terkadang lena dan lupa oleh goda dunia. Sejak pertama mengenalnya, saya seperti tersihir dalam pesona yang tak terelakkan. Begitu kuat dan memikat. Membuat saya menginginkannya lagi, dan lagi dan lagi. Setiap hari.

Maaf mas-mas di luar sana, barangkali ada yang terlanjur merasa bersalah telah membuat saya merana. Yang saya maksud 9gag.

Dengan segala kerendahan hati, saya mohon.

Kembalikan jiwa saya..


Happy 28 me..

Usia rentan untuk bergabung dengan Club 27 akhirnya berlalu. I SURVIVE!! Tahun-tahun mendatang pasti akan lebih banyak petualangan seru yang menyenangkan. Doakan saya yaaaa….. :)


Catatan Harian Si Boy: Bukan Remake!

Setiap temen yang saya ceritain dan sekaligus tarik-tarik buat nonton Catatan Harian Si Boy, hampir selalu bereaksi serupa: “Remake ya?”, “Yang jadi Boy Siapa?”, “Bukannya itu film lama?”. Jawab saya, bukaaaaaaan.. itu bukan remake. Yang jadi Boy ya tetep Onky Alexander, mana mungkin digantiin? Selain mas Boy, di situ juga ada Ina dan Emon, dengan pemeran yang sama seperti di rangkaian film Catatan Si Boy yang konon ngehits banget di jaman saya belum ngeh cowo ganteng itu kayak apa.

Sepertinya memang telah ada formula baku untuk persyaratan pemeran utama rangkaian sang legenda ini: pria terganteng di masanya! Jadilah sekarang, Ario Bayu, cowo terganteng se-Indonesia Raya versi saya, yang didapuk untuk memerankan Satrio sang tokoh utama. Etapi tokoh-tokoh lain juga ga kalah mencuri perhatian loh.. you’re so gonna love Andi yang diperankan Abimana (dulunya dikenal sebagai Robertino), dan Heri, versi regenerasi-nya Emon. Style tomboy cantik-nya Poppy Sovia seru buat dicontek. Dan saya suka banget warna lipstick-nya Carissa Putri. Tapi pasti ga pede deh makenya.

Dialog-dialognya smart and catchy. Penuh SSI (Speak-Speak Iblis), kalo kata seorang temen. Kalopun ada yang saya rasa mengganggu itu dua hal: (1) Carissa Putri tiba-tiba nangis, dan (2) hujan yang tiba-tiba turun. Kalo saya jadi editor yang bakal menayangkannya di tv entah berapa bulan lagi, bakal saya potong deh itu adegan dengan alasan durasi. Yang pertama tentunya, yang kedua sih susah motongnya demi kontinuitas dengan adegan berikutnya.

Penasaran? Mending tonton aja deh di bioskop. Saya sudah dua kali nontonnya. Dan masih ga akan nolak kalo ada temen ngajakin lagi hehehe….

*pinjem gambar dari sini


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.