My First Manado Adventure #Day2 : Makan Makanan

Bertandang ke suatu daerah tak akan lengkap kalau tak menyempatkan diri mencicip hidangan khasnya. Atas saran neng @buds yang sudah terlebih dahulu berkunjung ke Manado, saya disarankan untuk makan di Angel Fish resto. Maka ketika diajak ibu-ibu cantik dari Pemprov untuk makan siang ke sana, saya begitu bersemangat. Penasaran, kayak apa sih? Rupanya ibu-ibu itu juga penasaran karena cerita bosnya neng @buds tentang resto yang berlokasi di boulevard kota Manado itu. Oh iya, jangan bayangkan boulevard di sini layaknya di kota-kota lain berupa jalan besar dengan taman di tengah dan pohon-pohon palem di sisi kanan kiri jalan. Di kota ini, boulevard itu sebutan untuk jalan Pierre Tendean, tempat mall-mall besar pinggir pantai pusat keramaian berada (cmiiw).

Oci (ikan) bakar di Angel Fish Resto

Saya sempat heran kenapa cuma ditanya ber-berapa dan mau minum apa, tanpa disodori menu makanan yang dapat dipilih. Ternyata mereka hanya menyajikan menu andalannya yaitu Oci (Ikan) Bakar, lengkap dengan sambal tomat hijau dan cah kangkung. Siang-siang, sudah lapar, sungguh nikmat sekali makan oci bakar dengan sambal yang asam pedas, cah kangkung enak, dan es jeruk murni yang segar. Tak perlu waktu lama untuk saya menghabiskan semuanya hohohoho…..

Malamnya, karena terlalu sayang melewatkan kesempatan berada di kota ini dengan makan dari room service, sayapun mulai berjalan beberapa blok mengitari hotel. Ketemulah dengan resto Raja Oci di Jalan Sudirman yang rupanya tak jauh dari tempat saya menginap.

perkedel nike

Siang tadi resto ini sebetulnya jadi pilihan pertama, akan tetapi karena begitu ramainya sehingga kami susah mendapat parkir, kamipun bablas mencari resto berikutnya. Masuklah saya, dan mulai mencermati menu. Hidangan utamanya tak jauh berbeda dengan di Angel Fish resto tadi, Oci bakar, tapi pilihan hidangan di sini jauh lebih beragam karena mereka juga menyediakan hidangan sea food lainnya. Mereka malah menyediakan paket hemat seharga dua puluh ribu rupiah. Belum termasuk minuman. Di sini juga saya mencicip Perkedel Nike. Ada mungkin sekitar sebatalyon pasukan ikan kecil sejenis teri nasi yang digoreng dalam sepotong makanan gurih ini. Sekilas mengingatkan saya pada makanan serupa di kampung halaman yang biasa disebut “blenyik”. Tapi ukuran perkedel nike ini jauh lebih besar dengan warna coklat kehitaman, sedangkan blenyik berukuran lebih kecil dengan warna kuning keemasan.

Sayang sekali niat saya untuk sarapan bubur tinutuan terkalahkan oleh rasa kantuk dan pelukan selimut yang begitu possesif. Untunglah sebelum berangkat ke bandara masih sempat mencicip Nasi Kuning khas Manado dengan abon cakalang dan daging sapi. Enak dengan rasa yang lebih ringan dari nasi kuning yang biasa saya temui di daerah lain. Menyesal tidak sempat membungkus untuk oleh-oleh karena justru bungkusnyalah yang membuat nasi kuning Manado unik. Jika nasi kuning di daerah lain tidak dibungkus dengan kemasan spesifik, nasi kuning Manado ini dibungkus dengan daun woka, sejenis janur kelapa dengan permukaan lebar. Mana gak sempat foto lagi.. Semoga kapan-kapan berkesempatan berkunjung lagi biar lebih melengkapi agenda cicip-cicip kuliner Manado.

About these ads

2 responses to “My First Manado Adventure #Day2 : Makan Makanan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: