My First Manado Adventure #Day2 : Nyarter Angkot

Bangun kesiangan untuk subuhan menyadarkan saya akan perbedaan waktu antara Manado dengan Jakarta. Saatnya bekerja!

Hari sudah sore ketika saya selesai menjalankan tugas negara. Kalau berangkatnya tadi naxi, kali ini saya ingin berpetualang dengan cara orang Manado. Naik angkot! Sebenarnya saya lebih suka berjalan, tapi pengetahuan saya yang sangat minim tentang kota Manado tanpa peta, diperparah dengan buta arah mata angin, sepertinya saya harus menggunakan cara lain.

Setelah bertanya mengenai rute angkot yang harus saya tempuh, saya pun mulai mengidentifikasi plang jurusan yang tertempel di atas oto (sebutan orang Manado untuk mobil) berwarna biru muda. Saya juga bertanya pada sopir angkot di mana saya harus berhenti untuk ganti angkot jurusan lain ke arah tujuan saya. Ketika turun untuk ganti angkot, sayapun mulai bingung karena arah yang ditunjuk si sopir angkot pertama dengan papan plang ijo petunjuk arah berlawanan. Lebih percaya pada tulisan ketimbang orang, sayapun menyeberang untuk naik angkot yang menuju arah sesuai papan plang ijo. Oh iya, angkot di Manado ini kursinya menghadap depan seperti mobil pribadi. Kebanyakan angkot juga memutar musik dengan volume maksimal sesuai selera sopirnya. Kalau malam, angkot-angkot ini nampak makin semarak dengan lampu kedap-kedip warna-warni. Centil deh.. Cuma angkot Padang yang sejauh ini saya temui mengalahkan centilnya angkot sini.

angkot manado*

Sampai mana tadi? Oh iya ganti angkot. Saya diberitahu untuk naik angkot menuju pusat kota, jurusan Teling. Tapi jalannya kok makin naik dan makin sepi ya? Satu persatu penumpang turun, hingga tinggal saya sendiri. Di satu titik, sopir angkotpun bertanya saya hendak turun di mana. Saya bilang hendak ke pusat kota, tujuan saya ke Jl.Dr.Soetomo, tempat penginapan saya berada. Baru ketahuanlah kalau saya nyasar hahahahaha…. Harusnya tadi saya mengikuti arah yang ditunjukkan sopir angkot pertama, dan bukan menyeberang mengikuti papan plang ijo penunjuk arah. Mungkin tampang saya sudah begitu memelas dan tak tahu arahnya (bahkan posisi hotel di daerah apa dan dekat apapun saya tidak tahu, selain alamat yang tercantum) sopir angkot kedua inipun menawarkan untuk mengantar saya sampai tujuan. Saya setuju. Plang jurusan dicopotnya. Jadilah saya mencarter angkot itu sendirian hahahaha… Biasanya nyarter angkot buat berombongan. Berasa naxi tapi pake gkot.

Sopir angkot kedua ini juga rupanya tidak tahu pasti posisi hotel saya, ataupun alamat itu di mana. Satu-dua kali dia berhenti untuk bertanya pada temannya sebelum mengarah pasti. Karena sudah dicarter, maka ditawarkannya juga untuk mengantar ke beberapa lokasi yang saya tanyakan. Tapi saya sendiri sudah begitu capeknya sehingga pengen cepet sampai di penginapan saja. Setelah beberapa belokan jalan yang saya kenali pernah saya lewati ketika makan siang dengan ibu-ibu dari Pemprov tadi, sampailah juga saya di penginapan. Terima kasih pak sopir angkot yang baik hatiiiii…

*gambar dipinjam semena-mena dari sini


4 responses to “My First Manado Adventure #Day2 : Nyarter Angkot

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: