Tentang Hi5teria

ImageSebuah peristiwa langka terjadi. Saya, yang biasanya paling ogah nonton segala jenis film yang berpotensi merusak kedamaian hidup, kemarin nekat untuk nonton Hi5teria. Tentu saja tidak sendiri, saya berhasil membujuk teh yeny untuk turut serta menonton film ini. Puji Tuhan Penguasa Semesta Alam sore itu studio tempat kami menonton tidak sepi. Kira-kira setengah dari bangku-bangku yang ada di studio terisi penonton.

Hi5teria merupakan kumpulan dari lima film pendek, dengan setiap kisah yang berdiri sendiri. Ceritanya beda, pemainnya beda, sutradaranya juga beda. Usai satu kisah, kita langsung dibawa memasuki kisah berikutnya. Tegang estafet.

Diawali dengan “Pasar Setan”, kisah seorang perempuan bernama Sari (diperankan oleh Tara Basro, yang jadi adeknya Ario Bayu di Catatan Harian Si Boy. Segala yang terkait Ario Bayu saya rasa penting untuk disebutkan. Dilarang protes!)  yang terpisah dari pacarnya, dan tersesat di gunung. Setelah putus asa berputar-putar di tempat yang sama, akhirnya dia bertemu dengan Izul, pendaki yang terpisah juga dari rombongannya. Tapi ya tetep aja mereka muter muter muter di situ-situ aja.

“Wajang Koelit” sempat membuat saya tersenyum karena mendengar bahasa wayangan yang akrab di telinga jawa saya. Ceritanya tentang Nicole, seorang bule yang terpesona dengan pertunjukan wayang kulit. Dia mengikuti salah satu sinden (Sigi Wimala) ketika break, dan menemukan tusuk konde sang sinden yang gugup menghindarinya. Bukannya dibalikin, malah disimpennya itu tusuk konde. Makanya mbak Nicole, kalo memang bukan punyanya, mending dibalikin aja deh ke yang punya.

Image

“Kotak Musik” berkisah tentang Farah (Luna Maya), seorang dosen yang berusaha melogikakan setiap fenomena dan tidak percaya dengan keberadaan hantu, sampai dia diikuti oleh hantu anak kecil pemilik kotak musik yang diambilnya dari lokasi observasi. Tuh kan.. lagi-lagi jangan ngambil yang bukan haknya deh.. Itu tangan gratil amat. Menurut teh Yeny sih cerita ini yang paling serem. Entah serem karena si adik hantunya ngikutin terus, atau karena apal banget di luar kepala nyebutin CV-nya mbak Farah. Kebayang gitu, ada hantu tau-tau nyebutin nama lengkap, lulusan mana dengan IPK berapa. Curiga si adek hantu dulu cita-citanya jadi head hunter..

Setting di “Palasik” mengingatkan saya pada rumah ibu Dara. Entah itu rumah yang sama atau tidak karena toh waktu itu saya nontonnya juga nggak khatam. Ceritanya ada keluarga yang berlibur di rumah peristirahatan. Seorang bapak, istri yang sedang hamil (Imelda Therin), dan anak remaja pemberontak yang makin fasih diperankan Poppy Sovia. Heran saya, itu si ibu hamil kok ya mau-maunya ditinggal di rumah yang udah berasa aneh sementara si bapak dan anak pergi belanja. Kalo saya mah mending ngotot buat ikut kalo perlu nangis-nangis rewel biarin deh daripada ditinggal sendirian entah di mana ngeri begitu.

Justru “Loket” yang membuat saya agak berfikir “haduh nanti gw pulangnya gimana ya.. moga aja ga sepi parkirannya”. Yup! Karena setting cerita ini adalah sebuah parkiran gedung yang sepi dengan lampu idup-mati khas film horor. Sungguh salut deh ama para penjaga loket yang tabah bekerja di tempat sepi hening dan rentan polusi udara gitu.

Sebelum film mulai, tumben-tumbenan saya merasa perlu untuk membeli sebungkus popcorn karamel untuk cemil-cemil. Biasa juga cuma sangu sebotol air yang saya selundupkan dari luar karena harga minuman di bioskop bisa berkali-kali lipat. Bukannya laper atau sedang punya duit lebih buat cemilan, tapi sebungkus popcorn ini punya fungsi yang lebih esensial. Karena selain popcorn memang enak buat cemilan nonton, bungkusnya sungguh sangat bermanfaat untuk menutup sebagian pandangan saya ke layar ketika saya ketakutan, which is… nyaris sepanjang film.

*gambar dipinjem semena-mena dari sini dan sini

About these ads

24 responses to “Tentang Hi5teria

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 76 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: