Farewell Big Bozz

Sebuah kabar duka sampai melalui pesan singkat yang dikirim adik saya semalam. Kyai Munif Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Queen Al-Falah, Ploso, Mojo, Kediri, telah berpulang. Terakhir sowan ke Kediri, beliau sudah dalam kondisi sakit. Sakitnya sudah lama, bahkan sejak saya masih tinggal di Jakarta.

Jika posisi sebagai pengasuh pesantren dan sebutan Kyai terdengar kuno dan konvensional, but if you met him.. you’d change your mind. Seperti halnya almarhum Gus Miek, kakaknya, Gus Munif juga dikenal dengan tampilannya yang modern. Tapi lebih penting lagi, pola pikirnya sangat visioner, moderat dan open minded.

Dengannya saya bisa cerita apa saja, termasuk tentang pacar-pacar yang ketika itu tidak bisa saya ceritakan pada orang tua (I’ve known him since I was in high school). Dia selalu percaya kalau saya bisa meraih apapun, dan encourage untuk menjadi lebih dari saya yang sebelumnya. Kalau bukan karenanya mungkin saya tak akan menjadi seperti yang sekarang ini. Dia membebaskan, sekaligus menjaga agar tidak keluar jalur. Seorang sahabat, penuntun, dan sosok yang sangat saya hormati.

Saya biasa menyebutnya Big Bozz. And he’s the coolest guardian ever!

*gambar dipinjam semena-mena dari sini

About these ads

19 responses to “Farewell Big Bozz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 72 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: