Kecewa Aremania

Melihat pertandingan Arema-Persiwa tadi malam (atas kebaikan hati salah satu televisi swasta yang menyiarkan, tentunya) gw jadi kecewa pada Aremania.

Bukan cuma sekali, tapi DUA kali (should we call them “oknum”?) suporter masuk, dan menyerang wasit. Korban pertama adalah asisten wasit yang sampe tepar tus diusung keluar lapangan, dan membuat pertandingan sempat dihentikan sekitar sepuluh menit. Yang kedua?? Bukan cuma berhenti sepuluh menit, tapi stadion Brawijaya dan Stasiun Kota Kediri turut menjadi korban, bahkan puluhan rumah warga rusak karena amukan mereka.

Oalaaahh…

Lima tahun tinggal di Malang, berteman dengan para Aremania (salah satunya anggota Aremania Korwil Sukun yang berbaik hati nemenin gw pas liburan akhir tahun kemaren itu) membuat gw bersimpati pada kelompok suporter yang katanya paling kompak, sportif dan cinta damai itu. Tapi sekarang??

Well.. mungkin wasit berpihak, dan gw bisa ngerti kalo TIGA gol dianulir itu bikin nyesek.
Tapi gak seharusnya jadi pembenaran untuk tindak anarkis kan??

Meski demikian, menurut gw pribadi, sanksi cekal tiga tahun yang dijatuhkan pada Arema berlebihan dan tidak adil. Mengingat dua tim yang suporternya sempet bikin kerusuhan nyatanya sampe sekarang bisa melenggang dengan tralalala bersama para suporternya. Jangan berat sebelah dong, Komdis…

*gambar minjem dari sini


21 responses to “Kecewa Aremania

  • Hoek Soegirang

    aihhh…sefakbola endonesa emang masih carudh marudh sangadh, tafi setidakna ada bloger yang siaf mensufort dari belakang lewat tulisan-tulisan sjenis ini *halah*
    *ditendang*

  • tehaha

    atas alasan apapun tindakan anarkhitis ga bisa dibenarkan..
    memahami kekecewaan teman2 AREMANIA malam itu..
    semua harus dibenahi, terutama kepengurusan PSSI yang jelas-jelas penuh borok..
    revolusi PSSI…!!

  • Praditya

    Loh BLI itu bukannya pertandingan tinju ya??

  • bayou_oo

    wah..kalau menurut aku hukumannya malahan terlalu ringan.kl yang sampai merusak gitu, skalian aja seumur hidup gak boleh masuk ke stadiun bola lagi.

    gmana mau maju nih sepakbola indonesia???

  • emyou

    @Hoek Soegirang: *nendang Hoek* :D

    @tehaha: Akuuurrrr!!! *Tooosss!!!*

    @Praditya: Loh bukan toh?? *garuk-garuk*

    @bayou_oo: Yah, gimanapun kan gw perna jadi simpatisan Arema. Jadinya ya gak pengen juga Arema harus maen tanpa dukungan supporter, sementara dua tim laen yang suporternya juga bikin kerusuhan itu tetep ber-syalalala dengan suka ria.

  • tukangkopi

    waks! :shock: cekal 3 tahun ???

    *kumpulin aremania buat nyerbu kantor PSSI* :evil:

  • emyou

    ikut baris, siap menyerbu

  • Hair

    Rumor yang beredar sich katanya ada pengaturan hasil pertandingan gitu. Rencananya yang akan dijadiin juara liga antara persija & sriwijaya fc.

  • ar3ma_nenjap

    aremania tetep tersenyum,

  • emyou

    @Hair: Hayyah!! Lagi-lagi kok kayak gitu ceritanya. Kapan sepakbola Indonesia mau mau kalo siapa yang menang ato kalah uda diatur sebelumnya.

    @ar3ma_nenjap: Gw juga senyum kok :)

  • zoel

    SURAT TERBUKA AREMANIA

    Aremania secara resmi menyampaikan surat terbuka untuk menanggapi pemberitaan yang simpang siur dan dirasakan berat sebelah di media massa serta sanksi dari Komdis PSSI yang sangat memberatkan Aremania. Surat terbuka ini ditandatangani oleh perwakilan Aremania se-Malang Raya diantaranya Haji Slamet, Surtato, Marheis, Tembel, dan Yuli Sumpil.

    Berikut beberapa kutipan dari surat terbuka Aremania tersebut.

    Kepada
    Yth: Masyarakat Sepakbola dan Bangsa Indonesia

    Surat Terbuka

    Salam Satu Jiwa,
    Kami Aremania yang tergabung dalam Tim Pengungkap Fakta Tragedi Brawijaya Kediri menyampaikan:
    1. Permohonan maaf kepada seluruh bangsa Indonesia khususnya insan dan masyarakat sepakbola atas terjadinya tragedi Brawijaya (16-1-2008) sebagai bentuk kekhilafan kami dan yang kami lakukan adalah sebagai bentuk reaksi dari adanya aksi anti fair-play yang dilakukan oleh official pertandingan.

    2. Memohon maaf kepada masyarakat Kediri yang merasa cemas, resah, dan menjadi korban pada saat itu. Apa yang kami lakukan hanyalah aksi pembelaan diri. Sebab sejak kami berangkat saat memasuki perbatasan Kediri hingga pulang dan akan keluar dari kota Kediri, ada beberapa oknum masyarakat di Kediri yang dengan sengaja memprovokasi bahkan melempari kendaraan kami hingga jatuh korban.
    Meskipun kami juga sadar ada beberapa oknum Aremania yang bertindak di luar koordinasi kami.
    Kami juga sadar dan tahu betul apa yang dirasakan oleh masyarakat Kediri melihat stadion kebanggaannya menjadi korban, hal ini kami anggap sebagai konsekuensi dan resiko atas kesediaan menjadi tuan rumah delapan besar.

    3. Menyayangkan sikap dan keputusan komdis, yang kami anggap berat sebelah dan mengaburkan fakta-fakta yang semestinya bisa dijadikan sebagai acuan fakta pertimbangan sebelum memutuskan sanksi antara lain:
    – sikap perangkat pertandingan (wasit & AW) yang bertindak jauh dari kesan fair play dan adil sehingga menjadi pemicu kawan-kawan kami untuk melakukan aksi sebagai cara penyadaran, namun ternyata aksi penyadaran yang kami lakukan tidak membuat official pertandingan segera berbenah
    – penempatan venue delapan besar di stadion Kediri yang jauh dari standar yang menjadi acuan oleh PSSI dan BLI (manual liga dan penetapan grid stadion layak versi BLI)
    – adanya pagar pembatas tambahan di daerah sentelbench, hal ini sangat diharamkan BLI jika ada di kandang Arema (Stadion Kanjuruhan Malang), namun di Stadion Brawijaya mendapatkan ijin, tentunya ini menjadi standar ganda bagi PSSI dan BLI dalam penindakan terhadap apa yang tertulis dalam manual liga
    – tidak adanya match steward yang berjaga selayaknya di stadion Manahan Solo sebagai babak delapan besar lainnya
    – kapasitas stadion yang jelas tidak memenuhi syarat jika dibandingkan dengan Stadion Delta Sidoarjo, Tridarma Gresik, dan Kanjuruhan Malang
    – jumlah aparat keamanan yang bertugas berdasarkan pengalaman kami sangat kurang apalagi even setingkat delapan besar Ligina
    – adanya indikasi kesengajaan untuk menjebak dan merusak nama baik Arema dan Aremania pada perhelatan delapan besar ini yang bisa kami rasakan sejak pengurusan tiket hingga melihat kesiapan panpel.

    5. Kami Aremania memohon adanya pemberitaan yang berimbang dari seluruh insan media massa tentang perihal tragedi Brawijaya. Hal ini didasari kami Aremania juga banyak yang menjadi korban traged, dapat dilihat dari banyaknya kerusakan kerugian yang juga kami alami antara lain rusaknya kaca di 27 kendaraan bus pengantar (data di luar kendaraan pribadi), adanya beberapa Aremania yang harus dirawat di rumah sakit Kediri.

    6. Kami Aremania siap menerima hukuman se-objektif dan se-proporsional mungkin dengan syarat panpel juga harus dihukum dan dikenakan sanksi atas keteledoran dan ketidaksiapannya.

    7. Wasit Jajat Sudrajat diperiksa beserta asisten wasit dan official pertandingan yang bertugas saat itu diperiksa dan diberikan hukuman seberat-beratnya karena mereka jugalah yang menjadi dalang atas aksi kami.

    8. Mohon dengan hormat agar PSSI, BLI, Menegpora, dan Presiden Republik Indonesia ikut bersikap tanpa berintervensi terlalu berlebihan terhadap kondisi sepakbola Indonesia yang jauh dari fair-play.

    9. Keberadaan prestasi kami selama in, baik sebagai pelopor suporter terkoordinir Indonesia sebagai kelompok suporter pertama yang mendapat sertifikat terbaik dari PSSI – Agum Gumelar ataupun sebagai kelompok suporter yang mengadakan dan menggagas Indonesia damai 2007 hendaknya menjadi pertimbangan tersendiri dalam pengambilan keputusan. Apalagi kami merupakan kelompok suporter satu-satunya di Indonesia yang harus menghidupi tim kami melalui tiket. Sebab Arema merupakan satu-satunya tim yang tidak menggunakan uang rakyat atau dana APBD.

    10. Tak lupa kami Aremania mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu kami. Media elektronik maupun cetak, serta perhatian dari insan sepakbola Indonesia.

    Demikian surat terbuka kami kirimkan kepada seluruh pihak-pihak yang terkait dengan harapan demi kemajuan sepakbola nasional.

    Jayalah sepakbola Indonesia, salam satu jiwa… Arema

    Malang, 20 Januari 2008
    atas nama Aremania

    sumber : http://www.ongisnade.net

  • azaxs

    Yup, surat yang lugas, jelas, transparan dan jantan. PSSI harusnya menjawab dengan jantan juga surat terbuka dari arema.. Semua harus instrospeksi, terus menyalahkan satu dan lainnya bukanlah tindakan membangun. Kita bangun fair play dari sekarang! salam satu jiwa! n senyum :)

  • emyou

    @zoel & azaxs: Salut buat aremania atas surat terbukanya. Hayo PSSI, mana jawabannya??

    Salam satu jiwa juga :)

    Makasyi ya zoel, uda ngepost suratnya ke sini.

  • bubba

    kalo ndak begitu, apanya lagi yang menarik untuk ditonton?

  • emyou

    Ya permainannya lah…

    Sepakbola itu kan tentang teamwork, sportifitas dan suportifitas (gimana si spellingnya??). Dan buat gw pribadi, pemandangan mas-mas ganteng atletis yang bertebaran di lapangan juga jadi salah satu hal yang menarik buat ditonton kok :D

  • evelynpy

    Dunia persepak bolaan kan begitu.
    Nggak rusu nggak sip.
    Seperti gosip
    Nggak digosok juga nggak sip.
    Kalau rusuh artinya wajar.
    Betul?

  • Pssi to tmpt para mafia

    ketum pssi nurdin halid n kroni2 nya harus turun.mereka tdk becus alias goblok.

  • akhyari

    yang jelas, televisi kita berlebihan menyiarkan itu. waktu itu aku lagi di singapura, dan kemudian di malaysia. Jangan tanya, SCTV, RCTI, Indosiar dapat diakses disana cukup dengan antena biasa. Bayangkan apa komentar mereka (orang orang asing itu) melihat berita berita di TV kita, yang stupid. Demo 200 orang, bakar, serbu, pukul, masuk headlines hampir tiap hari, diulang ulang, oleh semua TV pula. !!
    lalu kapan rakyat kita tau berapa pertumbuhan ekonomi kita, ekspor kita, keberhasilan kita, pembangunan kita, dll. Semua berita rusuh !
    Di inggris, Amrik, TV TV umumnya mengkritik dengan cara santun, dan membangun. Kita yang katanya belajar kebebasan dari mereka, justru ‘melangkah” terlampau jauh, jauh melebihi yang ingin kita contoh.

  • Datyo

    Aku yo heran ambek arek arek iku, laopo tawuran. Ngisin ngisini ae…tapi wis njaluk sepuro kok. Pancen kudu ngono. Iku jenenge jantan..
    Wis mbak ojo purik ambek arema maneh yo…Salam

  • emyou

    @evelynpy: Yeee… kekerasan itu jangan sampe dianggep wajar dong Lyn :D

    @Tumes_semuT: Iya deh (apaan sih??)

    @Pssi to tmpt para mafia: Tapi jangan minta gw yang menggantikan mereka ya?? (emang siapa juga yang minta :D )

    @akhyari: Kalo di dunia pers kan bad news is good news. Tanpa mempertimbangkan kalo hal itu akan memperburuk citra Indonesia di mata publik internasional.

    @Datyo: Aku ra tau purik kok. Aku isih percoyo karo Arema. Sayange wis ra iso ndelok maneh, kecuali nek pas lagi maen ning Jakarta :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 80 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: