Posted by: emyou on: Januari 17, 2008
Melihat pertandingan Arema-Persiwa tadi malam (atas kebaikan hati salah satu televisi swasta yang menyiarkan, tentunya) gw jadi kecewa pada Aremania.
Bukan cuma sekali, tapi DUA kali (should we call them “oknum”?) suporter masuk, dan menyerang wasit. Korban pertama adalah asisten wasit yang sampe tepar tus diusung keluar lapangan, dan membuat pertandingan sempat dihentikan sekitar sepuluh menit. Yang kedua?? Bukan cuma berhenti sepuluh menit, tapi stadion Brawijaya dan Stasiun Kota Kediri turut menjadi korban, bahkan puluhan rumah warga rusak karena amukan mereka.
Oalaaahh…
Lima tahun tinggal di Malang, berteman dengan para Aremania (salah satunya anggota Aremania Korwil Sukun yang berbaik hati nemenin gw pas liburan akhir tahun kemaren itu) membuat gw bersimpati pada kelompok suporter yang katanya paling kompak, sportif dan cinta damai itu. Tapi sekarang??
Well.. mungkin wasit berpihak, dan gw bisa ngerti kalo TIGA gol dianulir itu bikin nyesek.
Tapi gak seharusnya jadi pembenaran untuk tindak anarkis kan??
Meski demikian, menurut gw pribadi, sanksi cekal tiga tahun yang dijatuhkan pada Arema berlebihan dan tidak adil. Mengingat dua tim yang suporternya sempet bikin kerusuhan nyatanya sampe sekarang bisa melenggang dengan tralalala bersama para suporternya. Jangan berat sebelah dong, Komdis…
*gambar minjem dari sini
Loh BLI itu bukannya pertandingan tinju ya??
wah..kalau menurut aku hukumannya malahan terlalu ringan.kl yang sampai merusak gitu, skalian aja seumur hidup gak boleh masuk ke stadiun bola lagi.
gmana mau maju nih sepakbola indonesia???
ikut baris, siap menyerbu
Rumor yang beredar sich katanya ada pengaturan hasil pertandingan gitu. Rencananya yang akan dijadiin juara liga antara persija & sriwijaya fc.
aremania tetep tersenyum,
kalo ndak begitu, apanya lagi yang menarik untuk ditonton?
ketum pssi nurdin halid n kroni2 nya harus turun.mereka tdk becus alias goblok.
yang jelas, televisi kita berlebihan menyiarkan itu. waktu itu aku lagi di singapura, dan kemudian di malaysia. Jangan tanya, SCTV, RCTI, Indosiar dapat diakses disana cukup dengan antena biasa. Bayangkan apa komentar mereka (orang orang asing itu) melihat berita berita di TV kita, yang stupid. Demo 200 orang, bakar, serbu, pukul, masuk headlines hampir tiap hari, diulang ulang, oleh semua TV pula. !!
lalu kapan rakyat kita tau berapa pertumbuhan ekonomi kita, ekspor kita, keberhasilan kita, pembangunan kita, dll. Semua berita rusuh !
Di inggris, Amrik, TV TV umumnya mengkritik dengan cara santun, dan membangun. Kita yang katanya belajar kebebasan dari mereka, justru ‘melangkah” terlampau jauh, jauh melebihi yang ingin kita contoh.
Aku yo heran ambek arek arek iku, laopo tawuran. Ngisin ngisini ae…tapi wis njaluk sepuro kok. Pancen kudu ngono. Iku jenenge jantan..
Wis mbak ojo purik ambek arema maneh yo…Salam
Januari 17, 2008 pada 5:13 pm
aihhh…sefakbola endonesa emang masih carudh marudh sangadh, tafi setidakna ada bloger yang siaf mensufort dari belakang lewat tulisan-tulisan sjenis ini *halah*
*ditendang*