Posted by: emyou on: Juni 18, 2007
Penasaran aja tiap kali berada di ato melewati sebuah halte busway alias transjakarta. Ko ga ada yang terlihat seperti sebuah toilet yak? Padhal halte busway kan fasilitas umum juga. Banyak orang berlalu lalang di situ setiap saat. Well.. mungkin orang-orang hanya berlalu, datang dan pergi, tapi penjaga halte (biasanya kan ada yang jual tiket n jaga pintu putarnya itu) apa ya, ndak perlu pee ato pup di kala jam kerja? kalo harus nahan selama jam kerja kan namanya gak manusiawi lah..
Emang siy.. ada sebuah kotak kecil berpintu (itu loh..yang tingginya ga nyampe setengah tinggi normal manusia Indonesia. Liat gambar deh yang gw kasi garis merah) yang selalu ada di area halte busway. Tapi kok rasanya lebi masuk akal kalo kotak kecil itu tempat generator, daripada sebuah restroom.
Kemungkinan berikutnya adalah numpang di kantor-kantor atau bangunan lain yang memungkinkan terdekat dari lokasi halte. Tapi mosok numpang setiap saat setiap waktu? Jangan salahkan kalo kemudian sang pemilik bangunan memasang charge atas penggunaan fasilitasnya itu.
Ada yang tau??
gambarnya dibikin yang clickable donks..
http://emyou.files.wordpress.com/2007/06/halte-busway.jpg
hmm.. yang dikasih tanda merah itu jelas bukan wc.. itu mah semacam travo/generator/sejenisnya…
Gue rasa pihak manajemen busway sudah mendapatkan solusi untuk hal ini..
….Pispot… Ringan, kecil, simpel dan bisa dialihkan fungsi menjadi vas bunga..
Juni 18, 2007 pada 4:17 am
Iya ya…
Beberapa halte malah di tengah taman, ‘in the middle of no where’.
Kalo ada toiletnya, dari mana air dan saluran pembuangannnya?
Kalo penjaga pintu tol gimana?
(bingung, ditanya malah jadi nanya banyak :p )